Sepanjang Mei dan Juni, layanan mikroblogging ini melaporkan sudah menangguhkan lebih dari 70 juta akun. Langkah serupa akan terus berlanjut pada bulan Juli.
"Sulit untuk percaya bahwa 70 juta akun terpengaruh ketika Twitter hanya memiliki 336 juta pengguna aktif bulanan," ungkap analis Wedbush, Michael Pachter seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kuartal kedua 2018 pengguna Twitter diperkirakan tumbuh hampir 3 persen.
Lihat juga:Twitter 'Bersih-bersih' Akun Bot |
"Karena peningkatan teknologi dan proses selama setahun terakhir, kami sekarang menghapus 214 persen lebih banyak akun karena melanggar kebijakan spam kami setiap tahun-ke-tahun," kata perusahaan dalam blog resmi bulan lalu.
Pada Mei lalu, Twitter mengidentifikasi lebih dari 9,9 juta akun berpotensi menyebarkan spam. Jumlah ini naik dibandingkan Desember 2017 yang mencapai 6,4 juta. (age/evn)