Tik Tok Sudah Bisa Diakses Kembali

Eka Santhika, CNN Indonesia | Selasa, 10/07/2018 16:05 WIB
Kominfo sudah buka blokir layanan aplikasi Tik Tok dan kini konten di aplikasi tersebut sudah bisa diakses kembali. Ilustrasi (Diolah dari Istockphoto/Elena Feodrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com sekitar pukul 15:50 WIB, saat ini layanan aplikasi Tik Tok sudah bisa diakses kembali lewat beberapa layanan seluler.

Operator seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan Bolt sudah membuka blokirnya terhadap aplikasi ini. Sehingga konten Tik Tok sudah kembali bisa disaksikan lewat layanan operator tersebut. Hanya saja konten Tik Tok masih belum bisa diakses lewat Tri dan Smartfren.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan menyebut bahwa Kominfo sudah membuka blokir Tik Tok hari ini. Namun, terkait kapan akses tersebut bisa kembali dinikmati pengguna tiap ISP, tergantung dari kecepatan operator untuk mengeksekusi pembukaan blokir.


"Sedang kita proses. Harusnya dalam beberapa jam ke depan sudah bisa dibuka, tergantung operator," jelasnya kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (10/7) petang.

Kominfo menyebut dibukanya blokir ini lantaran Tik Tok sudah membersihkan konten-konten negatif, dan saat ini sudah memiliki 20 orang kurator konten di Indonesia. Nantinya kurator konten ini disebutkan Semmy akan dikembangkan menjadi 200 orang.

Semuel menjelaskan, pihak Tik Tok sudah memperbaiki panduan komunitasnya. Mereka juga sudah menyediakan pilihan untuk membaca panduan komunitas dalam bahasa Indonesia. 

Kominfo melakukan pemblokiran terhadap aplikasi video pendek tersebut karena dianggap memiliki banyak konten negatif. Saat pemblokiran dilakukan, pengguna aplikasi tak bisa mengakses konten Tik Tok dan login ke dalam akun. Aplikasi hanya menampilkan tampilan hitam dan kosong disertai peringatan bahwa konten gagal dimuat.

Setelah pemblokiran DNS dilakukan, perwakilan Tik Tok datang ke Indonesia dan melakukan pembicaraan. Dalam pembicaraan tersebut, Kominfo meminta agar Tik Tok membersihkan konten negatif di platformnya, meningkatkan batas umur pengguna jadi minimal 16 tahun, dan keharusan Tik Tok untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia. (eks/eks)