YouTube akan Wanti-wanti Kreator Saat Video Dibajak

RBC, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 09:25 WIB
YouTube akan Wanti-wanti Kreator Saat Video Dibajak YouTube merilis alat untuk memberi notifikasi saat konten asli diunggah ulang. (Foto: stux/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- YouTube dalam waktu ke depan akan meluncurkan alat untuk menjaga hak cipta konten penggunanya. Alat dinamakan 'coyright match' ini memungkinkan pengguna YouTube untuk mengetahui apabila konten videonya dicuri dan diunggah ulang oleh pengguna lain.

Setiap kali video diunggah, pemiliki video akan memindai dan melakukan pengecekan apabila konten sudah ada atau memiliki kemiripan dengan video lain yang ada di YouTube.

Anak perusahaan Google ini menyebut sejauh ini pendeteksi hanya bisa membaca video utuh, bukan berupa potongan. Pemilik video tidak lagi membuang-buang waktu untuk mencari video yang dicuri.


"Kita tahu sangat frustrasi ketika konten anda diunggah ke channel lain tanpa seizin anda.  Dan sangat memakan waktu untuk mencari dengan manual video ini," tulis YouTube.

Alat ini akan diluncurkan untuk pengguna yang memiliki lebih dari 100 ribu pengikut. Kreator konten akan menerima notifikasi apabila ada salinan video mereka muncul di YouTube.

Apabila muncul salinan video, pemilik konten akan mendapatkan notifikasi. Kemudian, kreator diberi pilihan untuk memutuskan langkah selanjutnya.

Kreator bisa memilih untuk tak mengambil langkah apapun, menghubungi orang yang membajak konten, atau meminta YouTube untuk menghapus konten salinan.

"Ketika anda meminta untuk menghapus video, anda bisa memberikan waktu selama 7 haru agar penyalin video melakukan koreksi. Permintaan takedown juga akan direview agar sesuai dengan kebijakan hak cipta Youtube," kata Youtube seperti mengutip The Verge.

Kendati demikian, layanan penyedia video ini menyarankan penguna untuk mengevaluasi setiap vieo yang cocok. Evaluasi dimaksudkan untuk memberikan konfirmasi kembali bahwa pengguna memiliki hak atas video tersebut dan benar-benar melanggar hak cipta.

Pengguna harus menjadi orang pertama yang mengunggah video untuk dianggap sebagai pembuat orisinal oleh copyright match. Sehingga jika ada kemungkinan ada orang lain yang menyalin konten video yang sudah lebih dulu di sebar di media sosial, kemudian diunggah ke YouTube sebelum si pemilik melakukannya.

Sebelumnya, YouTube telah memiliki alat bernama 'Content ID' untuk membantu pemilik konten menemukan orang yang menggunakan video tanpa seizin sang pemilik. Hanya saja, ketersediaan alat ini lebih terbatas. (evn/evn)