Dua Asteroid Kecil Melintas Dekat Bumi Tanpa Terdeteksi

RBC, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 23:49 WIB
Dua Asteroid Kecil Melintas Dekat Bumi Tanpa Terdeteksi Ilustrasi. (Foto: NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua asteroid kecil bernama 2018 NX dan 2018 NW sempat berada di jarak yang cukup dekat dengan bumi pada akhir pekan lalu. Namun, Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru mengetahui keberadaan kedua asteroid itu beberapa jam setelah keduanya melintasi bumi.

2018 NX melintas dengan jarak sekitar 115 ribu kilometer dari permukaan bumi, dan 2018 NW dengan jarang sekitar 122 ribu kilometer dari permukaan bumi. Jarak tersebut kira-kira setara dengan sepertiga jarak bumi dengan bulan.

Dilansir dari Tech Times, International Astronomical Union's Minor Planet Center mengatakan bahwa para penelliti di sebuah observatorium di California mendeteksi keberadaan dua asteroid itu pada Minggu (8/7).
Para ahli astronomi memperkirakan masing-masing asteroid memiliki diameter sekitar 5 meter dan 15 meter. Ukuran ini termasuk kecil jika dibandingkan dengan asteroid-asteroid lain yang pernah melintas di dekat bumi.


Keduanya pun melintas dengan kecepatan yang berbeda, yakni 2018 NW diperkirakan terbang lima kali lebih cepat daripada 2018 NX. Meski melintas di jarak yang cukup dekat, kedua asteroid ini tidak berisiko karena masih cukup jauh sebelum dapat menembus atmosfir kita.

Ini bukan kali pertama asteroid baru terdeteksi setelah beberapa saat melintas dekat dari bumi. Bulan lalu, asteroid 2018 LA bahkan baru terdeteksi sesaat sebelum menabrak atmosfir. 2018 LA sempat terlihat terang di langit Botswana, Afrika.
Terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan asteroid sulit dideteksi sampai mereka berada di jarak yang sangat dekat dengan bumi, antara lain karena ukurannya yang relatif kecil dan keadaan ruang angkasa yang gelap.

Seringkali asteroid tidak menjadi sebuah ancaman bagi bumi, tetapi lembaga-lembaga antariksa sedang mengembangkan strategi yang dapat membantu melindungi bumi dari objek-objek ruang angkasa.

NASA saat ini sedang membangun sebuah pesawat ruang angkasa bernama HAMMER (Hypervelocity Asteroid Mitigation Mission for Emergency Response). Pesawat ini dirancang untuk menabrak dan menghancurkan asteroid-asteroid kecil, dan menembakkan senjata nuklir agar asteroid-asteroid dengan ukuran yang lebih besar agar dapat mengubah arah gerak mereka. (age/age)