Pekerjaan yang Terancam Punah oleh Kecerdasan Buatan
Eka Santhika | CNN Indonesia
Selasa, 17 Jul 2018 17:42 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan konsultan PwC dan OECD melakukan penelitian terkait pekerjaan yang terancam punah dengan semakin canggihnya kecerdasan buatan. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) sendiri adalah organisasi internasional untuk ekonomi dan pembangunan.
Penelitian keduanya dilakukan terpisah, namun sepakat bahwa artificial intellegence (AI) memang mengancam beberapa sektor pekerjaan. Namun di sisi lain, bisa memberikan jenis-jenis pekerjaan baru yang mungkin belum pernah didengar saat ini.
"Secara keseluruhan, sekitar 7 juta pekerjaan yang saat ini ada diperkirakan akan tergantikan, tapi akan ada 7,2 juta pekerjaan baru yang akan diciptakan. Sehingga memberikan tambahan 200 ribu lapangan pekerjaan baru," tulis PwC.
Beberapa sektor yang akan mendulang keuntungan dari perkembangan kecerdasan buatan dan tidak terlalu terdampak dari teknologi ini adalah sebagai berikut.
"Hanya 12 persen pekerjaan pada sektor kesehatan yang akan digantikan dengan adanya kecerdasan buatan. Sementara teknologi ini akan menciptakan 34 persen pekerjaan baru," prediksi PwC dalam laporannya seperti dikutip Business Insider.
Sementara sektor pekerjaan yang akan sangat terpengaruh oleh perkembangan AI ini adalah pekerjaan-pekerjaan repetitif dan administratif yang tak membutuhkan keahlian tinggi, sebagai berikut.
Penelitian keduanya dilakukan terpisah, namun sepakat bahwa artificial intellegence (AI) memang mengancam beberapa sektor pekerjaan. Namun di sisi lain, bisa memberikan jenis-jenis pekerjaan baru yang mungkin belum pernah didengar saat ini.
"Secara keseluruhan, sekitar 7 juta pekerjaan yang saat ini ada diperkirakan akan tergantikan, tapi akan ada 7,2 juta pekerjaan baru yang akan diciptakan. Sehingga memberikan tambahan 200 ribu lapangan pekerjaan baru," tulis PwC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Kesehatan dan pekerjaan sosial (berkurang 12 persen)
- Pendidikan (berkurang 18 persen)
- Pekerjaan penelitian dan teknis (berkurang 18 persen)
- Informasi dan komunikasi (berkurang 18 persen)
- Akomodasi dan layanan makanan (berkurang 16 persen)
"Hanya 12 persen pekerjaan pada sektor kesehatan yang akan digantikan dengan adanya kecerdasan buatan. Sementara teknologi ini akan menciptakan 34 persen pekerjaan baru," prediksi PwC dalam laporannya seperti dikutip Business Insider.
Sementara sektor pekerjaan yang akan sangat terpengaruh oleh perkembangan AI ini adalah pekerjaan-pekerjaan repetitif dan administratif yang tak membutuhkan keahlian tinggi, sebagai berikut.
- Keuangan dan asuransi (berkurang 25 persen pekerjaan)
- Ritel (berkurang 28 persen)
- Konstruksi (berkurang 15 persen)
- Administrasi publik dan pertahanan (berkurang 23 persen)
- Transportasi dan pergudangan (berkurang 38 persen)
- Manufaktur (berkurang 30 persen)