Hal ini pun dikonfirmasi oleh pihak Instagram kepada TechCrunch. "Kami terus meningkatkan keamanan akun Instagram, termasuk memperkuat autentifikasi dua faktor."
Ini adalah sistem pengamanan yang saat ini sering digunakan. Misal ketika melakukan transkasi kartu kredit, login ke akun Gojek, atau Grab, mereka seringkali mengirimkan kode lewat SMS kepada pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inilah yang disebut autentifikasi dua faktor, pertama menggunakan password pengguna, kedua menggunakan password berupa kode yang dikirim penyedia layanan.
Dengan aplikasi sistem autentifikasi dua faktor tadi, layanan tak perlu mengirimkan kode ke nomor SIM pengguna. Hacker pun tak akan menerima kode autentifikasi tersebut sekalipun mereka memiliki nomor pengguna.
Instagram tak menerapkan sistem autentifikasi dua faktor lewat SMS hingga 2016. Tapi, sejak saat itu kloning kartu SIM jadi makin marak terjadi. (eks)