10 Ribu Industri Komponen Kandas di Era Kendaraan Listrik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 10:50 WIB
10 Ribu Industri Komponen Kandas di Era Kendaraan Listrik Ilustrasi. (Dok. Wuling Motors)
Jakarta, CNN Indonesia -- Era kendaraan listrik akan 'mengubur' sekitar 10 ribu industri komponen otomotif jika mereka tidak mengalihkan industrinya mendukung kendaraan tanpa mesin pembakaran dalam.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan bahwa kendaran listrik cuma didukung 20 ribu komponen, sementara kendaraan konvensional ditopang 30 ribu komponen.

Menurut Putu, komponen-komponen hilang yang dimaksud adalah mesin (kepala slinder), manual transmisi, knalpot, hydraulic brake, busi, dan tangki bahan bakar. Dan sektor itu sudah menahun dibuat oleh industri komponen dalam negeri.


Sementara mobil listrik, bagian baru yang kini diperlukan meliputi power electric unit (pengisian daya listrik), steker pengisian listrik cepat, on board charger, baterai lithium-ion, baterai kontrol unit, synchronous motor (motor sinkron/motor penggerak), dan rumah steker pengisian listrik. Dari semua jenis komponen tersebut, sebagian besar belum diproduksi di Indonesia.
Pemerintah mengakui bahwa kendaraan listrik memililik dampak bagi industri komponen di Tanah Air. Tetapi, dengan kebijakan regulasi (pengembangan bertahap sesuai peta jalan kendaraan listrik), diharapkan dapat menjaga investasi dan tenaga kerja dalam negeri.

Untuk tahap pertama menuju era kendaraan listrik, Indonesia akan mendorong kendaraan listrik dalam bentuk hybrid dan plug-in hybrid. Masuknya model kendaraan tersebut malah diprediksi menambah industri komponen.

"Ngomong item per komponen reduksi tidak banyak. Malah kalau hybrid atau PHEV itu komponen nambah karena nambah motor listrik dan invertornya," kata Putu di Kawasan Jakarta Selatan, kemarin.

Satu sisi, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Wan Fauzi belum mau berbicara banyak terkait mobil listrik menyangkut komponen.
Namun mereka diharapkan siap menghadapi rencana pemerintah pada 2025 bahwa kendaraan elektrifikasi (termasuk mobil hybrid dan plug-in hybrid) sebanyak 20 persen dari total produksi kendaraan di Indonesia.

"Kami persiapkan segala hal. Kalau mobil listrik ini tapi kami belum tahu materialnya, apakah plastik lebih banyak atau metalnya lebih banyak karena ini mempengaruhi kami membuat komponen. Kalau teknologi kami bisa ikutin, karena bertahap bukan cuma langsung listrik semua," ucap Wan.

Kemenperin jamin industri komponen dalam negeri

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika memastikan bahwa memasuki era kendaraan listrik tidak bakal mengancam industri komponen dalam negeri.

Dikatakan Putu, transisi kendaraan listrik Indonesia akan diawali hybrid dan plug-in hybrid yang bisa dipastikan industrinya sendiri membutuhkan komponen kendaraan lebih banyak dari biasanya, sementara itu industri menyiapkan komponen pendukung kendaraan listrik.

Kendaraan hybrid dan plug-in hybrid diprediksi mulai 2020 sampai dengan 2035 akan menjadi yang paling laris ketimbang mobil murni listrik.

Ditargetkan pada tahun 2020 produksi kendaraan di Indonesia bakal mencapai 1,5 juta unit dengan kendaraan hybrid serta plug-in hybrid menyumbang 10 persen dan kendaraan harga terjangkau ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) sebanyak 20 persen.

Sementara untuk 2035 target ditingkatkan menjadi 4 juta unit dengan 30 persen kendaraan hybrid serta plug-in hybrid dan 20 persen LCGC. Sedangkan untuk sepeda motor, produksi pada 2020 ditargetkan tembus 8 juta unit dengan 10 persen motor listrik. Lalu pada 2035 produksi meningkat menjadi 15 juta unit dengan 30 persen motor listrik.

(mik)