Indonesia Rogoh Rp50 M untuk Internet IMF-World Bank

JNP, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 19:08 WIB
Indonesia Rogoh Rp50 M untuk Internet IMF-World Bank Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah menggelontorkan dana sekitar Rp50 miliar untuk menyediakan jaringan internet selama gelaran Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional - Bank Indonesia (Annual Meeting IMF-World Bank) di Bali pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.

Dia menjelaskan alokasi dana ini terbilang kecil karena pemerintah Indonesia akan menjamu sekitar 20 ribu tamu dalam skala internasional.

"Kalau segi biaya sekitar lebih dari Rp 50 miliar itu tidak besar untuk penyediaan bandwidth selama seminggu. Secara resmi acara memang 12 sampai 14 Oktober, tapi sebelumnya harus siap karena ada acara lain menjelang acara puncak," kata Rudiantara di Kantor Transmedia, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).
Alokasi dana pun akan digunakan untuk penambahan akses Wifi, khususnya di lokasi menginap para tamu undangan dan tempat rapat berlangsung.


"Kami akan bangun akses poin Wifi yang banyak. Seperti Nusa Dua Convention Center, kami bangun 5 Gbps kapasitasnya. Kemudian di Convention Center di Westin Center," tambahnya.

Rudiantara mengatakan peningkatan kapasitas ini harus dilakukan pemerintah. Pasalnya jaringan broadband operator seluler tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bandwidth puluhan ribu tamu ini.

"IMF-World Bank dari sisi masalah TI dan broadband cukup menantang. Kami tidak akan bergantung pada operator seluler. Teman-teman operator sudah menyiapkan semuanya tapi tidak akan cukup. Karena ada hampir 20 ribu peserta yang mayoritas tinggal di Nusa Dua," ujar Rudiantara.
Rudiantara mengatakan teknologi 4,5 G akan diterapkan selama pertemuan IMF-World Bank ini. Teknologi ini merupakan peningkatan kapasitas jaringan 4G. Teknologi ini akan memiliki kecepatan unggah dan unduh hingga 20 persen dibandingkan jaringan 4G.

Indonesia memiliki teknologi yang lebih tinggi dibandingkan Peru sebagai penyelenggara pada 2015 lalu. Pasalnya, pada pertemuan IMF pada 2015 lalu, IMF harus membawa seluruh data center ke Lima, ibukota Peru.

Sementara itu tahun ini, Indonesia diberikan kercayaan dari IMF dan World Bank untuk menggunakan teknologi cloud dan broadband di Indonesia.

"Kami dianggap lebih bagus daripada Peru. Gelaran IMF-World Bank itu bawa komputer dan servernya sendiri semua dibawa ke Lima, Peru. Di sini mereka sudah percaya ke kami karena teknologi Indonesia dianggap lebih maju. Jadi suksesnya itu," kata Rudiantara.

Rudiantara menyebutkan kepercayaan ini karena kapasitas kecepatan internet (bandwidth) Indonesia dinilai telah memenuhi standar internasional. Untuk mendukung perhelatan ini dari sisi teknologi informasi, Rudiantara mengatakan pemerintah meningkatkan jaringan Wifi yang luas untuk menyediakan jaringan internet yang stabil.

Sebelumnya, pelaksana Harian Panitia Nasional Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Bank Dunia-IMF Susiwijono menmperkirakan pemerintah memproyeksi jumlah peserta yang akan datang dari sebelumnya di atas 15 ribu peserta menjadi 20 ribu peserta. (age/age)