Twitter Aktivis #2019GantiPresiden Ditangguhkan Karena Sistem

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 10:50 WIB
Twitter Aktivis #2019GantiPresiden Ditangguhkan Karena Sistem Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa akun aktivis #2019GantiPresiden dibekukan oleh Twitter dengan alasan yang belum diketahui. Menanggapi hal tersebut, Perwakilan Twitter menjelaskan kejadian penangguhan akun tidak terjadi hanya di Indonesia dan tidak terjadi karena sentimen tertentu. 

"Secara global pun terjadi hal yang sama dan tidak ada hubungan dengan tokoh siapapun," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/7).

Perwakilan Twitter memaparkan ada beberapa faktor yang membuat akun-akun tersebut dibekukan untuk sementara waktu.


Pertama, pembekuan akun terjadi karena ada laporan dari pengguna lainnya. Kedua, pembekuan terjadi karena machine learning Twitter membaca ada aktivitas tidak lazim dan otomatis menangguhkan akun.
Dalam blog resmi Twitter dijelaskan machine learning dapat mendeteksi perubahan mendadak dalam perilaku sebuah akun, maka mereka dapat mengunci akun tersebut dan menghubungi pemiliknya untuk melakukan konfirmasi bahwa mereka masih memiliki kontrol terhadap akun tersebut.

"Perubahan mendadak dalam perilaku akun ini dapat mencakup beberapa hal. Seperti mencuit sejumlah besar volume balasan atau menyebut akun tertentu tanpa diminta, mencuitkan tautan-tautan yang menyesatkan, atau jika sejumlah besar akun memblokir akun tertentu setelah akun tersebut mention akun yang bersangkutan," papar blog resmi Twitter.

Twitter pun akan mengunci akun jika melihat kombinasi email dan kata sandi dari layanan lain yang disebarkan secara online dan percaya bahwa informasi tersebut dapat membahayakan keamanan akun.

Machine learning pun akan mendeteksi sebuah akun sebagai Spam jika menyalahi aturan. Spam secara umum didefinisikan Twitter sebagai aktivitas massal atau agresif.
"Aktivitas agresif tersebut yang mencoba memanipulasi atau mengacaukan Twitter atau pengalaman pengguna untuk mengarahkan lalu lintas atau perhatian ke akun, produk, layanan, atau inisiatif yang tidak terkait," papar blog resmi Twitter.

Semua langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi fake engagement dalam platform Twitter.

Sebelumnya, Pegiat media sosial, Mustofa Nahrawardaya, memindahkan sementara aktivitas media sosialnya di akun twitter ke akun cadangan. Hal itu dilakukan Mustofa karena akun miliknya yakni @NetizenTofa telah dibekukan (suspended) Twitter.

Tofa pun mengumumkan bahwa dirinya pindah sementara ke akun cadangan yakni @AkunTofa. Pada keterangan profil @AkunTofa, Tofa menjelaskan, 'Banyak yang ingin agar akun saya @NetizenTofa, dimatikan. Maka saya siapkan akun cadangan @AkunTofa.' Tertulis bahwa akun tersebut sudah eksis di Twitter sejak Februari 2018 silam.
Hari ini, Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman pun mengumumkan akun media sosial pribadinya @habiburokhman telah dibekukan oleh Twitter. Ia mengklaim selama ini tak pernah memuat konten negatif atau ujaran kebencian di Twitter.

"Gua pastiin selama ini enggak pernah melanggar term of services seperti memuat konten negatif atau harassment," kata Habiburokhman melalui pesan singkat, Kamis (26/7).

Ia menyesalkan pembekuan akun pribadinya bertepatan dengan peluncuran progam konsultasi internet sehat miliknya. (age/age)