Pemerintah AS akan Setop Dana Stasiun Antariksa Internasional

RBC, CNN Indonesia | Jumat, 03/08/2018 07:27 WIB
Pemerintah AS akan Setop Dana Stasiun Antariksa Internasional Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Shamil Zhumatov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat berencana menyetop aliran dana untuk Stasiun Antariksa Internasional (International Space Station/ISS) pada 2024 mendatang. Sayangnya, Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) belum siap untuk melakukan hal tersebut.

Pasalnya, hingga saat ini masih ada banyak proyek dan riset NASA yang harus dikerjakan di ISS. Kemarin (31/7) NASA merilis sebuah laporan yang menyatakan ada banyak riset di ISS yang belum akan selesai hingga tahun 2025.

Dilansir dari NewScientist, salah satu alasan penyetopan dana tersebut adalah agar dana dari pemerintah dapat dialokasikan untuk misi penjelajahan NASA ke Mars. Namun, NASA malah meragukan hal tersebut.


"Ada banyak masalah yang harus terlebih dahulu dipecahkan sebelum mengirim manusia ke luar angkasa untuk perjalanan dengan durasi panjang, seperti misalnya ke Mars," kata salah satu anggota Coalition for Deep Space Exploration NASA, Mary Lynne Dittmar kepada NewScientist.
Hingga saat ini, NASA sedang mengupayakan skenario cadangan seandainya beberapa riset tak dapat diselesaikan di ISS, termasuk bagaimana menguji hasil-hasil riset tersebut di bumi. Namun, kebanyakan riset yang diprioritaskan malah harus diuji coba di luar angkasa.

Selain itu, hal lain yang menjadi masalah adalah siapa yang akan mengambil alih ISS jika pemerintah AS berhenti menyuntikkan dananya.

Salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan adalah menyerahkan ISS ke pihak swasta. Namun, NASA juga meragukan hal tersebut karena operasi ISS membutuhkan biaya yang terlalu besar untuk dibebankan kepada pihak swasta.
Dua pilihan lain, yakni perpanjangan suntikan dana dari pemerintah AS dan penurunan ISS dari orbitnya juga tak dinilai sebagai pilihan yang baik.

Jika pemerintah AS melanjutkan aliran dananya, ISS juga membutuhkan dukungan dari lembaga-lembaga lain yang terlibat--lembaga antariksa Rusia, Eropa, China, dan Jepang--dan tak ada yang bisa menjamin hal tersebut.

Sedangkan, pilihan untuk menurunkan ISS dari orbitnya juga bukan pilihan yang bijak karena belum ada cara untuk memastikan bahwa puing-puing ISS yang jatuh ke bumi akan mendarat di lautan, bukan di daratan. (age/age)