Jo Semidang, IT & Mobile Marketing Samsung Indonesia menyebut bahwa solusi IoT mereka kemungkinan sudah bisa diimplementasikan tahun depan di beberapa apartemen dan perumahan.
"Sedang uji coba dengan beberapa property group, untuk pasarin rumah dan apartemen pintar [...] Belum ada yang establish, masih joint development program, ada solusi apa aja. Belum komersialisasi [...] Saat ini masih uji coba, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa (diimplementasi)," jelas Jo saat ditemui pada konferensi pers Samsung di UOB Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua sensor, motor, dan perangkat yang terhubung dengan perangkat pintar ini tak memerlukan kabel seperti solusi automasi rumah di masa lalu. Melainkan terhubung secara nirkabel ke hub SmartThings dengan WiFi.
Tak cuma properti, Samsung juta mengaku melakukan kerjasama dengan industri medis di Indonesia. Solusi yang ditawarkan adalah wearable yang bisa digunakan untuk melacak detil kebiasaan dan hubungannya dengan kesehatan pengguna. Mulai dari rekaman detak jantung, jumlah langkah, dan lainnya.
Selain itu Jo juga memberi catatan bahwa penerapan solusi ini masih membutuhkan kesiapan jaringan yang mumpuni. Pasalnya perangkat IoT ini membutuhkan jaringan dengan tingkat latensi rendah. Semakin rendah latensinya semakin cepat paket data dikirimkan dari satu titik ke titik lainnya.
Samsung mengembangkan perangkat IoT dibawah asuhan perusahaan yang mereka akuisisi beberapa waktu lalu, SmartThings. SmartThings menggunakan sistem operasi open source Tizen yang dikembangkan Samsung. (eks)