Satelit Merah Putih Jangkau Asia Selatan dan Asia Tenggara

JNP, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 17:26 WIB
Satelit Merah Putih Jangkau Asia Selatan dan Asia Tenggara Satelit Merah Putih atau Telkom 4 saat dibangun di pabrik SSL di Amerika Serikat. (foto: dok. SSL)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satelit Merah Putih milik Telkom diklaim memiliki teknologi termutakhir dibandingkan para pendahulunya. Satelit yang mengusung nama lain Telkom 4 ini bisa menjangkau jaringan telekomunikasi di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Dibandingkan satelit 3S hanya mencakup kawasan Asia Tenggara, Telkom menyebut satelit yang baru diluncurkannya bisa menyediakan jaringan komunikasi ke India, Pakistan, Bangladesh, Maladewa, Nepal, Sri Lanka, dan Bhutan.

Satelit ini didukung kapasitas 60 transponder aktif, 24 transponder C-Band dan 12 transponder extended C-band untuk menjangkau area Indonesia dan Asia Tenggara. Sementara 24 transponder C-Band lainnya akan menjangkau kawasan Asia Selatan.


"Satelit Merah Putih punya kapasitas yang lebih besar dari satelit yang sebelumnya, kini membawa 60 transponder yang menjangkau wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan," ujar Manajer Proyek Satelit Merah Putih Ricky Kusnandar di kantor Telkom, Jakarta, Selasa (7/8).

Teknologi dual C-Band bisa digunakan untuk menjangkau kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan karena menggunakan teknologi dual-band.

"Kita juga menggunakan dual band. Ini yang berbeda dengan satelit sebelumnya Frekuensi yang sama kita gunakan di coverage yang berbeda. Satu coverage di Asia Tenggara satu coverage di Asia Selatan," ujarnya.

Ricky menyebut jangkauan ke sluruh Asia Selatan oleh satelit Merah Putih menandakan proyek Indonesia yang mulai go-international. Dengan begitu klien yang menggunakan satelit milik Telkom ini diharapkan juga berdatangan dari negara di luar Asia Tenggara.

"Di sinilah perbedaan satelit Merah Putih dibandingkan satelit satelit telko sebelumnya. Di mana kita sudah mulai penetrasi go internasional. Kita sudah penetrasi Asia Selatan sehingga lebih luas jaringannya," imbuhnya. (evn)