5 Kendaraan Antariksa untuk Jelajah Luar Angkasa

RBC, CNN Indonesia | Rabu, 08/08/2018 13:11 WIB
5 Kendaraan Antariksa untuk Jelajah Luar Angkasa Ilustrasi peluncuran misi luar angkasa. (Foto: dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat ini, satu-satunya cara bagi manusia untuk pergi ke luar angkasa adalah menggunakan roket Soyuz milik Lembaga Antariksa Rusia (Rososmos).

Namun, Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjalin kerja sama dengan dua pihak swasta, SpaceX dan Boeing untuk mengirimkan astronaut ke luar angkasa dan Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Selain itu, terdapat tiga perusahaan swasta lainnya yakni Virgin Galactic, Blue Origin, dan Sierra Nevada Corporation (SNC) yang juga sedang membangun kendaraan-kendaraan yang nantinya dapat mengantar manusia ke ruang angkasa.


Dilansir dari Techradar, berikut adalah kendaraan-kendaraan antariksa yang sedang dibangun oleh kelima perusahaan tersebut.

New Shepard
Kapsul antariksa yang dibangun oleh perusahaan Blue Origin ini diperkirakan akan menjadi yang pertama mengantar manusia untuk bertamasya ke ruang angkasa. Kapsul akan diluncurkan menggunakan roket, dan setelah terlepas dari roket akan turun kembali ke Bumi menggunakan parasut.

Nantinya, kapsul ini akan menampung enam orang penumpang dalam sekali perjalanan ke luar angkasa. Para penumpang akan memiliki waktu sekitar tiga menit untuk bangkit dari kursinya dan merasakan keadaan tanpa gravitasi, sebelum mereka turun kembali ke bumi.

5 Kendaraan Antariksa untuk Jelajah Luar AngkasaRoket New Shepard. (Foto: REUTERS/Isaiah J. Downing)

Crew Dragon
Walaupun kapsul Dragon milik SpaceX sudah beberapa kali melakukan perjalanan ke ISS, tetapi Crew Dragon nantinya akan mampu membawa penumpang manusia. Crew Dragon didesain untuk mengantarkan astronaut NASA ke ISS, tetapi tidak menutup kemungkinan ia juga akan dimanfaatkan untuk wisata antariksa.

Crew Dragon memiliki tujuh bangku di dalam kapsulnya, dan dapat dikendalikan baik oleh astronaut langsung maupun oleh mission control SpaceX di California. Rencananya, SpaceX akan melakukan uji coba penerbangan berpenumpang pada Januari 2019 mendatang.

VSS Unity
Tiket untuk perjalanan wisata antariksa dengan pesawat supersonik ini sudah mulai dijual oleh perusahaan pembuatnya, Virgin Galactic sejak 10 tahun yang lalu. Wisata ke ruang angkasa dipatok pada harga US$250 ribu (sekitar Rp3,6 miliar) oleh perusahaan milik Richard Branson ini.

Perjalanan antariksa dengan pesawat VSS Unity bakal berdurasi sekitar 2,5 jam. Nantinya, enam penumpang dan dua pilot akan dapat merasakan keadaan tanpa gravitasi selama kurang lebih lima menit sebelum VSS Unity kembali memasuki lapisan atmosfer bumi.

CST-100 Starliner
Kapsul milik perusahaan Boeing ini adalah saingan Crew Dragon milik SpaceX dalam program awak komersial NASA. Seperti layaknya Crew Dragon, Starliner memiliki kontrol manual cadangan.

Boeing mengklaim Starliner dapat meluncur ke ruang angkasa sebanyak 10 kali, dengan jarak enam bulan antarpeluncuran. Walaupun kapsul ini didesain untuk mengangkut tujuh orang astronaut, sepertinya NASA akan menggunakan Starliner untuk mengangkut empat orang astronaut saja, ditambah dengan barang-barang.

Dream Chaser
Berbeda dengan kendaraan antariksa lainnya, wahana milik SNC ini berbentuk seperti replika pesawat ulang alik. Pesawat ini sudah dikontrak oleh NASA untuk mengantar barang dari dan ke ISS di sepanjang tahun 2020-2024.

Walaupun saat ini NASA tidak berencana menggunakan Dream Chaser untuk mengangkut penumpang, tetapi pesawat ini dapat menampung hingga tujuh orang astronaut.

5 Kendaraan Antariksa untuk Jelajah Luar AngkasaDream Chaser. (Foto: dok. Sierra Nevada (www.Space.com))
(evn)