Telkomsel Klaim Persediaan BBM Untuk BTS Aman

RBC, CNN Indonesia | Kamis, 09/08/2018 17:00 WIB
Telkomsel Klaim Persediaan BBM Untuk BTS Aman Telkomsel mengklaim layanan telekomunikasi telah pulih pascagempa Lombok. (Foto: dok. Telkomsel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Telkomsel klaim tak alami kendala ketersediaan bahan bakar minyak untuk menyalakan genset yang digunakan sebagai sumber listrik sementara untuk BTS-BTS yang alami kesulitan sumber listrik. 

"Karena kami punya pengalaman, di daerah yang habis terkena gempa pasti yang paling cepat habis adalah listrik, BBM, dan sembako. Jadi kalau kami mengirim genset, kami kirim sekaligus dengan BBM-nya, minimal untuk satu minggu ke depannya," jelas Manager Media Relation Telkomsel, Singue Kilatmaka saat ditemui usai konferensi pers di kantor Telkomsel, Kamis (9/8).

Sementara itu terkait dengan gempa yang kembali mengguncang Sumbawa NTB siang ini, Singue mengungkap belum mendapat informasi secara detil. 


"Kami belum dapat update detilnya. Cuma tadi sih masih lancar dapat update dari tim disana. Disana masih chaos banyak yang keluar gedung/rumah soalnya," jelas Singue ketika dihubungi via pesan teks, Kamis (9/8) sore.

Hal ini diungkap menanggapi pernyataan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang menyebut bahwa mobilisasi petugas di lapangan dan BBM untuk genset sempat terhambat karena keterbatasan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Selain itu, Singue juga mengungkap bahwa layanannya di Lombok pascagempa sudah pulih secara keseluruhan. Telkomsel juga mengklaim tidak ada BTS (Base Transceiver Station) yang rusak akibat gempa. 

"Jaringan sudah pulih, mengikuti pasokan listrik yang sudah mulai menyala kembali. Selain itu, mobile genset kita juga sudah masuk ke hampir semua daerah yang listriknya belum menyala," ujar Singue.
 
Ia menyebut Telkomsel menggunakan sebanyak kurang lebih 50 unit genset di Lombok sampai hari ini. Genset dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik cadangan sambil menunggu aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) pulih.

Namun, ia mengaku kualitas jaringan di Lombok memang menurun pascagempa. Hal ini disebabkan karena kualitas pemancaran sinyal BTS ketika memakai aliran listrik langsung dari PLN berbeda dengan ketika BTS digerakkan oleh genset.
(eks/evn)