Konsumen Bisa Rugi Hingga Jutaan Rupiah Pakai Biodiesel B20

Febri Ardani, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 18:15 WIB
Konsumen Bisa Rugi Hingga Jutaan Rupiah Pakai Biodiesel B20 Mesin Toyota Fortuner. (Dok. CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya ada tiga komponen pada mobil kendaraan diesel yang harus diperhatikan konsumen bila ingin mulai menggunakan bahan bakar biodiesel 20 persen (B20) minyak kelapa sawit. Bila sampai harus diganti biaya yang dibutuhkan hingga jutaan rupiah.

Komponen utama yang langsung kena dampak penggunaan Biodiesel B20 adalah saringan bahan bakar. Karakteristik material B20 yang lebih kental dan kotor ketimbang solar bisa memperpendek usia pemakaian saringan bahan bakar.
Dadi Hendriadi, Division head Aftersales Business Toyota Astra Motor, menjelaskan kerja saringan bahan bakar menjadi lebih ekstra dengan B20. Sebab itu ada kemungkinan penggantiannya lebih cepat dari jadwal servis berkala.

"Begitu pakai B20 bisa jadi lebih cepat karena kotoran tadi, jadi harus diganti. Tapi berikutnya tidak begitu lagi, normal seperti penggantian biasa," ucap Dadi, Rabu (15/8).


Dadi menggambarkan, pada saringan bahan bakar pada model Innova atau Fortuner bermesin diesel harganya sekitar Rp 300.000. Jadwal normal penggantian komponen pada kedua model itu disebut antara 30.000 - 40.000 km.

Komponen kedua yang bisa bermasalah karena penggunaan B20 adalah tangki bahan bakar. B20 disebut memiliki "efek sabun" yang menjadikannya bersifat seperti deterjen.
Gara-gara itu B20 bakal menguras kotoran yang sudah mengendap sebelumnya di tangki bahan bakar. Efeknya, kotoran yang rontok larut bersama bahan bakar hingga bikin kerja saringan bahan bakar semakin berat atau lebih parah lagi sanggup merusak injektor.

Biar penyakit tidak menjalar, solusinya tangki bahan bakar mesti dikuras lebih dulu. Dadi menjelaskan biayanya sekitar Rp 500.000.

"Sebenarnya enggak harus kuras tangki. Sebetulnya kalau tangki bekas pakai trus pakai B20, kotorannya akan larut bersama bahan bakar sampai ke saringan bahan bakar, habis itu tangkinya bersih. Kecuali kotorannya seperti pasir, itu kan kadang-kadang kejadian, nah itu enggak larut. Kalau mau lebih bagus ya dikuras," jelas Dadi.

Menurut Dadi, ada saringan lain, lokasinya di dalam tangki bahan bakar, yang tugasnya menyaring kotoran menggumpal atau berdimensi besar sebelum mengarah ke saringan bahan bakar. Komponen ini membantu mengurangi kotoran masuk ke saluran bahan bakar menuju mesin. 
Komponen terakhir, sekaligus termahal, adalah injektor mesin. Komponen ini bisa kena dampak buruk B20 bila kondisi tangki bahan bakar dan saringan bahan bakar telah rusak dan tidak diganti.

Dadi menerangkan, bisa saja injektor rusak karena B20 namun jarang terjadi. Lagipula menurut dia, selain kualitas bahan bakar ada banyak faktor yang memengaruhi kerusakan injektor, misalnya kekuatan desain injektor itu sendiri, viskositas (kekentalan), dan lubrikasi. 

"Kalau Innova dan Fortuner itu pakai yang elektronik, ada empat injektor, satu mungkin sekitar Rp5 juta," tutup Dadi. (fea)