Akses Buku Gramedia di T-Perpus Cukup Bayar Rp5 Ribu

JNP, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 16:44 WIB
Akses Buku Gramedia di T-Perpus Cukup Bayar Rp5 Ribu Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Telkomsel dan Gramedia bekerjasama meluncurkan T-Perpus. Aplikasi ini memberikan akses ke 3.000 buku dengan 69 kategori yang disediakan Gramedia. Pengguna cukup membayar Rp5 ribu saja untuk mengakses buku-buku tersebut selamanya, tidak ada biaya langganan tiap bulan. 

Aplikasi T-Perpus yang merupakan perpustakaan digital yang menyediakan buku, majalah, maupun koran yang dapat digunakan di iOS atau Android. Namun, aplikasi ini hanya bisa digunakan untuk pengguna Telkomsel saja.

Disediakannya akses buku murah ini menurut Managing Director Gramedia Digital Nusantara (GDN) Kelvin Wijaya dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.


Sebab, menurut pengamatannya, faktor harga buku yang mahallah yang jadi masalah utama rendahnya minat baca di Indonesia.

"Faktor utama dari rendahnya minat baca masyarakat faktor dari harga. Ini dari riset kecil-kecilan Gramedia. Buktinya ketika dikasih diskon justru pada mau beli," ujar Kelvin saat ditemui pada konferensi pers di kantor Telkomsel, Jakarta Selatan, Senin (20/9).

Dengan mendistribusikan buku dalam bentuk digital, Kelvin mengatakan membuat masyarakat semakin mudah untuk mengakses konten bacaan dengan harga yang murah.

"Kami buat supaya buku mudah diakses oleh seluruh rakyat. Digital itu lebih murah, kami sadar harga buku tinggi. Kami yakin dengan aksesibilitas yang bagus maka minat baca akan meningkat," kata Kelvin.

Dalam kesempatan yang sama Director of Human Capital Manager Telkomsel Irfan Tachir mengatakan saat ini pihaknya fokus untuk mencari konten khusus untuk siswa SMA ke bawah.

Saat ini Telkomsel tengah memberikan akses kepada 5000 pengguna tanpa dikenakan biaya. Sebanyak 1000 akses pengguna diberikan kepada perguruan tinggi di Jawa Barat.

"Di pelosok ada sinyal 4G tp tidak ada akses perpustakaan. Jadi kami pikir bagaimana cara ada perangkat yang bisa menyediakan perpustakaan dengan menggunakan jaringan Telkomsel," kata Irfan.

Menurutnya akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun perpustakaan di setial daerah yang membutuhkan karena terkendala dengan biaya. Irfan mengatakan perpustakaan digital bisa menjadi solusi bagi masyarakat.

"Memang tidak semua masyarakat bisa akses beli ponsel 4G. Tapi level kelurahan bisa beli dan nanti bisa gunakan ponsel atau tablet dan jadikan kelurahan sebagai perpustakaan digital," ujar Irfan.

Indonesia menempati salah satu posisi terendah di dunia soal literasi.Berdasarkan survei yang dilakukan Connecticut State University, Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara yang disurvei tentang minat baca. Posisi itu persis di bawah Thailand dan di atas Bostwana.

Unesco juga pernah melakukan penelitian yang mengungkap minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dari 1000 orang Indonesia, hanya satu yang rajin membaca. (eks/eks)