Aplikasi T-Perpus yang merupakan perpustakaan digital yang menyediakan buku, majalah, maupun koran yang dapat digunakan di iOS atau Android. Namun, aplikasi ini hanya bisa digunakan untuk pengguna Telkomsel saja.
Disediakannya akses buku murah ini menurut Managing Director Gramedia Digital Nusantara (GDN) Kelvin Wijaya dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktor utama dari rendahnya minat baca masyarakat faktor dari harga. Ini dari riset kecil-kecilan Gramedia. Buktinya ketika dikasih diskon justru pada mau beli," ujar Kelvin saat ditemui pada konferensi pers di kantor Telkomsel, Jakarta Selatan, Senin (20/9).
"Kami buat supaya buku mudah diakses oleh seluruh rakyat. Digital itu lebih murah, kami sadar harga buku tinggi. Kami yakin dengan aksesibilitas yang bagus maka minat baca akan meningkat," kata Kelvin.
Saat ini Telkomsel tengah memberikan akses kepada 5000 pengguna tanpa dikenakan biaya. Sebanyak 1000 akses pengguna diberikan kepada perguruan tinggi di Jawa Barat.
"Di pelosok ada sinyal 4G tp tidak ada akses perpustakaan. Jadi kami pikir bagaimana cara ada perangkat yang bisa menyediakan perpustakaan dengan menggunakan jaringan Telkomsel," kata Irfan.
Menurutnya akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun perpustakaan di setial daerah yang membutuhkan karena terkendala dengan biaya. Irfan mengatakan perpustakaan digital bisa menjadi solusi bagi masyarakat.
Lihat juga:Buku Fisik Takkan Pernah Mati |
Indonesia menempati salah satu posisi terendah di dunia soal literasi.Berdasarkan survei yang dilakukan Connecticut State University, Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara yang disurvei tentang minat baca. Posisi itu persis di bawah Thailand dan di atas Bostwana.
Unesco juga pernah melakukan penelitian yang mengungkap minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dari 1000 orang Indonesia, hanya satu yang rajin membaca. (eks)