Facebook Cabut Akses 400 Aplikasi Terkait Keamanan Data
RBC | CNN Indonesia
Jumat, 24 Agu 2018 18:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook menyatakan pihaknya telah menyelidiki ribuan aplikasi dan menangguhkan 400 di antaranya sejak skandal kebocoran data yang melibatkan Cambridge Analytica pada Maret lalu.
Dalam postingan blog yang diunggah Rabu (22/8), Facebook menjelaskan pihaknya perlu melakukan hal itu karena muncul "kekhawatiran terhadap para pengembang aplikasi atau bagaimana data yang dibagikan pengguna kepada aplikasi tersebut digunakan."
Lebih lanjut, Facebook mengatakan tengah melakukan investigasi lebih dalam terkait bagaimana para pengembang aplikasi menggunakan data yang mereka peroleh dari pengguna.
Salah satu aplikasi yang ditangguhkan sepenuhnya adalah aplikasi 'myPersonality" karena dianggap tidak kooperatif dalam proses penyelidikan.
Selain itu, Facebook juga menyatakan, "Sudah jelas bahwa mereka membagikan informasi pengguna kepada sejumlah peneliti dan perusahaan dengan perlindungan data yang terbatas."
Dikutip dari Bloomberg, aplikasi myPersonality merupakan aplikasi kuis yang cukup aktif hingga tahun 2012. Facebook mengklaim akan mengirim notifikasi kepada sekitar empat juta pengguna yang pernah membagikan datanya ke aplikasi tersebut.
Sejak skandal kebocoran data pengguna yang melibatkan Cambridge Analytica, Facebook terus memperketat standar privasi mereka. Pasalnya, skandal tersebut membuat Facebook harus melewati berbagai pemeriksaan oleh sejumlah pihak. (evn)
Dalam postingan blog yang diunggah Rabu (22/8), Facebook menjelaskan pihaknya perlu melakukan hal itu karena muncul "kekhawatiran terhadap para pengembang aplikasi atau bagaimana data yang dibagikan pengguna kepada aplikasi tersebut digunakan."
Lebih lanjut, Facebook mengatakan tengah melakukan investigasi lebih dalam terkait bagaimana para pengembang aplikasi menggunakan data yang mereka peroleh dari pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Facebook juga menyatakan, "Sudah jelas bahwa mereka membagikan informasi pengguna kepada sejumlah peneliti dan perusahaan dengan perlindungan data yang terbatas."
Lihat juga:Facebook Putus Akses ke Ratusan Aplikasi |