Pada Kamis (23/8) Google menyatakan telah mengidentifikasi dan menutup 39 channel di YouTube, enam blog pada situs blogger, dan 13 akun Google+ yang diduga memiliki hubungan dengan Islamic Republic of Iran Broadcasting.
Akun-akun YouTube tersebut tercatat sudah memperoleh sekitar 13 ribu penonton, dan Google menyebut kampanye ini sudah berlangsung sejak bulan Januari 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google bekerja sama dengan konsultan keamanan siber FireEye yang pada awal minggu ini pertama kali mengumumkan informasi tentang kampanye informasi palsu dari Iran tersebut.
Sebelumnya, Facebook telah menghapus 652 laman, akun, dan grup yang diidentifikasi merupakan bagian dari kampanye informasi palsu atau hoaks yang disinyalir berasal dari Iran. Mereka juga menemukan sejumlah laman yang terkoneksi dengan Rusia.
Twitter juga mengumumkan bahwa mereka telah mengidentifikasi dan menghapus 284 akun, banyak di antaranya terkait dengan Iran yang juga melakukan manipulasi secara terkoordinasi. (evn)