Laut Nusantara, Aplikasi Kelautan untuk Nelayan

JNP, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 12:53 WIB
Laut Nusantara, Aplikasi Kelautan untuk Nelayan Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/David Muharmansyah)
Jembrana, Bali, CNN Indonesia -- Indonesia sebagai negara kepulauan diapit oleh banyak laut dan samudra. Profesi nelayan menjadi salah satu yang utama karena posisi negara kepulauan.

Namun, saat ini kondisi laut yang tak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan. Melihat potensi dan kebutuhan teknologi informasi sektor tersebut, Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan XL Axiata berkolaborasi dan meluncurkan aplikasi Android yang membantu peningkatan produktivitas dan keamanan kerja nelayan Indonesia.

Aplikasi yang dinamakan Laut Nusantara mengakses informasi terkini terkait laut Indonesia. Kepala BROL I Nyoman Radiarta, mengatakan, aplikasi ini menyediakan peringatan keselamatan bagi nelayan ketika melaut. Laut Nusantara memberikan informasi arah dan ketinggian gelombang perairan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Sebelum berangkat melaut, nelayan juga bisa mengakses segala informasi cuaca perairan, yaitu arah angin, kecepatan angin, curah hujan, dan kondisi cuaca. Berdasarkan informasi ini, aplikasi bisa memberikan anjuran apakah aman atau berbahaya untuk melaut.


"Aplikasi Laut Nusantara ini memiliki basis data yang lengkap dan real time sangat bermanfaat bagi para nelayan di seluruh wilayah Indonesia. Selain informasi mengenai keberadaan ikan di lautan, juga ada informasi mengenai kondisi cuaca mempertimbangkan keselamatannya," kata Nyoman di kantor BROL, Jembrana, Bali, Kamis (30/8).

Nyoman mengatakan agar dapat meningkatkan produktivitas nelayan, aplikasi ini menginformasikan daerah perkiraan tangkapan ikan. Aplikasi ini juga memungkinkan nelayan dapat memperhitungkan jumlah BBM yang dikonsumsi untuk menuju ke titik tangkapan ikan. Selain itu nelayan juga bisa mendapatkan informasi real time terkait harga ikan yang di pelabuhan.
"Nelayan kini sudah meninggalkan metode tradisional oseanografi. Sekarang nelayan bisa menggunakan metode menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas," kata Nyoman.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya mengatakan aplikasi besutan in house XL Axiata ini menggunakan data-data oseanografi real time resmi dari BROL. Oleh karena itu, menurutnya data ini sangat akurat.

Sebelumnya Yessie memaparkan sebelumnya XL Axiata sebelumnya sudah memiliki aplikasi untuk nelayan "mFish". Kendati demikian, Yessie mengakui data-data mFish masih menggunakan data open source yang kurang real time.

" Yang membedakan aplikasi Laut Nusantara dengan aplikasi sebelumnya adalah basis informasi yang lebih lengkap dan real time, serta sumber data sepenuhnya disuplai oleh data resmi dari BROL," ujar Yessie.

Aplikasi Laut Nusantara bisa diunduh di Play Store tidak hanya oleh pengguna XL, tapi pengguna operator lain. Aplikasi ini akan mengunduh dan memperbarui data dari BROL sehingga nelayan bisa tetap menggunakan data ketika tidak ada jaringan internet. (age/age)