Pemerintah Jepang Serius Garap Mobil Terbang

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 12:40 WIB
Pemerintah Jepang Serius Garap Mobil Terbang Mobil terbang EVTOL. (Dok. Twitter/@RollsRoyce)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Jepang bersama pihak swasta memulai rencana pengembangan mobil terbang. Inisiasi yang dilakukan pada Rabu (29/8) ini dicanangkan sebagai komitmen pemerintahan untuk mewujudkan kendaraan futuristis masa depan.

Rencananya, gambaran peta jalan (road map) komersialisasi mobil terbang akan selesai pada akhir tahun. Namun secara garis besar, saat ini konsep tersebut masih pada tahap teoretis.

Dalam proses pengembangannya, pemerintah Jepang menggandeng raksasa penerbangan seperti Boeing dan Airbus, serta perusahaan lokal All Nippon Airways, Japan Airlines, NEC, dan Cartivator yang disokong Toyota.



"(Mobil terbang) diharapkan bisa jadi solusi bagi permasalahan transportasi di pulau terpencil atau area bergunung, hingga operasi penyelamatan dan moda pengangkutan saat bencana," kata pejabat Kementerian Perdagangan Jepang Shinji Tokumasu, seperti diberitakan The Straits Times, Kamis (30/8).

Lebih jauh, Tokumasu mengatakan kalau inisiasi ini adalah langkah awal membentuk industri dan membuatnya bisa menghasilkan keuntungan di pasar global.


Sebelumnya di Jepang, para teknisi proyek Cartivator sudah mengembangkan kendaraan roda tiga yang dibekali teknologi drone untuk terbang. Toyota dan perusahaan afiliasinya sudah mengucurkan dana hingga US$522,000 atau sekitar Rp7,7 miliar untuk proyek itu.

Cartivator berharap dapat memamerkan purwarupa mobil terbangnya yang dinamai "SkyDrive" pada akhir 2019, sehingga dapat digunakan untuk menyalakan api Olimpiade Tokyo 2020.

Jepang tidak sendirian dalam lomba pengembangan mobil terbang. Perusahaan seperti Uber, Google, Lilium Aviation, Safran, dan Honeywell juga ikut terjun ke sektor ini. (gfs/fea)