Tarif Pasti Bandwith Palapa Ring Barat Muncul Minggu Depan

RBC, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 19:07 WIB
Tarif Pasti Bandwith Palapa Ring Barat Muncul Minggu Depan Ilustrasi komunikasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif menyebut pihaknya akan menetapkan tarif bandwidth Palapa Ring Barat pada pekan depan.

"Kami menargetkan minggu depan tarif itu sudah bisa ditetapkan," ujar Anang usai menghadiri Rapat Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen pada Selasa (4/9).

Anang menjelaskan sebenarnya setiap tarif dari Badan Layanan Umum (BLU) harus ditetapkan melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, karena Palapa Ring merupakan persoalan teknologi, maka Kemenkeu melimpahkan wewenang tersebut kepada Bakti.



Palapa Ring secara umum adalah proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer.

Kominfo menyatakan proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.


Ia mengungkapkan bahwa proyek Palapa Ring secara keseluruhan tidak ditujukan untuk mengejar keuntungan. Oleh sebab itu, ia mengklaim Bakti akan menetapkan tarif sebesar 50 persen di bawah harga pasar.

"Bahkan pak menteri (Rudiantara) pun sebenarnya ingin memberikan dengan gratis, tapi itu tidak memungkinkan, sehingga kami menetapkan harga jauh, 50 persen di bawah harga pasar. Jadi memang memberi insentif agar mereka (operator) mau masuk ke daerah-daerah 'kering'," ujar Anang.

Sejauh ini, dia menyebut sudah ada delapan operator yang berminat untuk menggunakan Palapa Ring Barat. Meski demikian, hanya ada dua operator yang ikut melakukan uji coba, yakni Telkom dan Telkomsel.

Enggan Uji Coba

Menurut Anang, enam operator lainnya enggan melakukan uji coba karena untuk itu mereka harus mengeluarkan dana. Oleh sebab itu, operator-operator tersebut diprediksi baru akan menggunakan Palapa Ring setelah tarif komersialnya ditetapkan pekan depan.

"Karena operator yang berminat harus menarik kabel sendiri, mendekati NOC (Network Operation Center) di setiap kota. Dalam konteks uji coba yang sifatnya sementara, operator-operator itu keberatan," jelasnya.


Selain Palapa Ring Barat, ia pun menyebut sudah ada sekitar delapan peminat untuk Palapa Ring Tengah yang akan mulai beroperasi pada akhir bulan ini. Lainnya, lebih dari 10 peminat untuk Palapa Ring Timur yang infrastrukturnya diperkirakan rampung pada bulan Desember.

"Paling banyak di Timur, karena di Timur yang dijangkau itu sampai hampir 50 titik kota, ini hampir 8 ribu kilometer di Timur sendiri. Jadi peminatnya juga tinggi," kata Anang. (asa)