Mengukur Bionik A12, Chipset Apple untuk iPhone Anyar

Eka Santhika, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 10:03 WIB
Mengukur Bionik A12, Chipset Apple untuk iPhone Anyar Ilustrasi (REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple meluncurkan chipset baru untuk jajaran iPhone anyar, A12 Bionic. Perusahaan itu menyebut bahwa ini adalah cip 7 nanometer pertama di dunia.

Hal ini merujuk betapa kecilnya ukuran chipset yang digunakan untuk ponsel baru Apple. Sebelumnya, cip CPU yang digunakan untuk ponsel flagship masih menggunakan pabrikan 10 nanometer.

Hal ini membuat Apple berani sesumbar bahwa ponselnya adalah yang paling cerdas dan berperforma tinggi saat ini. Mendahului Apple, sebenarnya Huawei juga sudah mengumumkan cip 7 nanometer miliknya, Kirin 980. Namun cip itu tak akan dikapalkan hingga Oktober.



Bionic A12, memiliki CPU enam inti, masing-masing terdiri dari dua inti berperforma tinggi dan empat lainnya adalah inti dengan performa lebih rendah untuk menghemat baterai ponsel.

Terdapat pula empat inti GPU yang 2 kali lebih cepat dari A11 yang digunakan pada iPhone X. Apple juga memperbarui Neural Engine, cip AI yang dibenamkan di chipset ini.


Tahun lalu, Apple membenamkan dua Neural Engine ke dalam A11. Untuk A12, Apple membenamkan delapan inti cip AI sekaligus.

Ada peningkatan luar biasa juga atas kinerja cip AI ini. Tahun lalu, satu cip AI bisa mengerjakan hingga 600 miliar operasi per detik. Neural Engine baru bisa menangani 500 triliun operasi per detik. Ini berarti peningkatan kinerjanya naik lebih dari 800 persen.

Lantas apa arti dari semua angka-angka ini? Satu hal yang pasti, kerja aplikasi yang lebih gegas. Dengan cip super cepat ini, diperkirakan ponsel ini bakal dimanfaatkan untuk menjalankan aplikasi yang menggunakan framework machine learning yang dikembangkan Apple, Core ML, dan lainnya.

Bionic A12 bisa menjalankan aplikasi-aplikasi ini sembilan kali lebih cepat dari chipset tahun lalu.

Game Homecourt yang digunakan untuk memamerkan cip AI baru yang ditanam di Bionik A12(Apple)
Di atas panggung, Apple sempat mendemokan aplikasi Homecourt. Dalam aplikasi itu, pengguna bisa bermain basket sementera di layar juga merekam berapa angka yang didapat.

Aplikasi ini juga sekaligus menghitung berapa tembakan yang sudah dibuat, dan total tembakan tidak tepat sasaran. Hal ini akan sulit dilakukan pada ponsel yang tak punya kemampuan AI yang mumpuni, seperti dilaporkan The Verge
(eks/eks)