Toko Amazon bekerja dengan menggunakan sensor dan perangkat lunak otomatis sehingga memungkinkan pengunjung untuk berbelanja tanpa harus berinteraksi dengan manusia saat bertransaksi. Toko ini pertama kali dibuka di Seattle, AS pada 2016 silam.
Sejak saat itu, Amazon mempelajari model toko itu dengan hati-hati dan menolak untuk memperluas model toko tersebut terlalu cepat. Butuh waktu dua tahun bagi Amazon untuk membuka toko Amazon Go yang kedua di Seattle pada bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amazon menargetkan rencana untuk membuka 10 toko pada akhir tahun ini, 50 diantaranya berada di kota-kota besar pada tahun 2019. Kemudian di 50 lokasi tersebut, Amazon akan membangun toko secara besar-besaran atau eksponensial pada 2020 dan 2021.
Mengutip The Verge, model toko Amazon Go memungkinkan pelanggan berbelanja hanya dengan menggunakan ponsel pintar saja. Pelanggan harus memindai akun Amazon mereka saat masuk ke toko untuk berbelanja.
Ekspansi besar-besaran ini berdampak negatif pada saham perusahaan retail seperti Walmart dan Target. Saham Walmart dan Target terjun bebas karena ancaman ekspansi bisnis Amazon. (jnp/evn)