Kominfo Minta Warga Setop Sebar Video Pengeroyokan Jakmania

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 11:53 WIB
Kominfo Minta Warga Setop Sebar Video Pengeroyokan Jakmania Haringga Sirila, suporter Persija yang tewas dikeroyok oknum pendukung Persib. (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berharap seluruh pengguna media sosial menghentikan penyebaran video pengeroyokan oleh suporter Persib kepada suporter Persija, Haringga Sirila hingga meregang nyawa. 

Sekretaris Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) Sadjan mengatakan pihaknya sudah meminta seluruh platform media sosial seperti YouTube, Instagram, Twitter, dan Facebook untuk menurunkan (take down) video sadis tersebut. 

Sadjan mengatakan take down ini dilakukan agar tidak berdampak luas dan justru menjadi konsumsi masyarakat. Belum lagi video ini menjadi top view atau trending di platform YouTube. 


"Kami sudah minta take down semua agar tidak memberi dampak yang luas," ujar Sadjan di kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (25/9).

Ia mengatakan Kominfo juga berharap platform media sosial maupun pengguna media sosial tidak lagi menyebarkan video ini. Pasalnya video ini akan terus ada apabila netizen terus-terusan mengunggah ulang meski platform sudah menurunkan video. 

"Kami harap platform-platform digital tidak menyebarkan video-video itu lagi," ujar Sadjan.

Menurut catatan Kominfo, hingga Senin (24/9) malam psudah melaporkan 130 URL (Uniform Resource Locator) yang menampilkan video pengeroyokan suporter Persija di media sosial untuk diturunkan. Namun demikian, hingga hari ini masih ditemui URL baru yang diunggah ulang oleh netizen.

Permintaan Kemkominfo untuk menurunkan video mengacu pada pasal 40 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yg berbunyi: "Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik".

Selain itu Kominfo juga mengacu pada pasal 40 ayat (2a) yang berbunyi: "pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan informasi elektronik yang memiliki muatan yang dilarang".

Sebelumnya suporter Persija Haringga Sirla (23) tewas dikeroyok oknum Bobotoh pada akhir pekan lalu dalam laga Persija kontra Persib di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dirinya tertangkap sweeping di area parkir stadion GBLA menjelang pertandingan Persija melawan Persib. (jnp/evn)