Penelitian yang dilakukan oleh dua universitas AS menemukan bahwa nomor telepon diberikan kepada Facebook untuk otentifikasi dua faktor. Selain itu, digunakan juga untuk iklan.
Otentifikasi dua faktor dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan dengan mengharuskan langkah kedua, seperti memasukkan kode yang dikirim melalui pesan teks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling mengkhawatirkan, kami menemukan bahwa nomor telepon yang diunggah sebagai bagian dari sinkronisasi kontak - yang tidak pernah dimiliki oleh pengguna dan tidak pernah terdaftar di akun mereka," kata para peneliti dalam studi tersebut.
"Kami jelas mengenai bagaimana kami menggunakan informasi yang kami kumpulkan, termasuk informasi kontak yang orang-orang unggah atau tambahkan ke akun mereka sendiri."
Facebook bergulat dengan krisis terburuk dalam sejarahnya, difitnah karena tidak menjaga informasi yang dibagikan pengguna.
Perusahaan telah mengakui hingga 87 juta pengguna mungkin memiliki data mereka dibajak dalam skandal itu. (age/age)