60 Persen BTS Sudah Aktif Pascagempa dan Tsunami Palu

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 22:23 WIB
60 Persen BTS Sudah Aktif Pascagempa dan Tsunami Palu Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 3/10. (Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaringan telekomunikasi di Sulawesi Tengah pascagempa dan tsunami Palu berangsur membaik, hampir 60 persen base transceiver station (BTS) telah beroperasi. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara berharap angka ini terus naik seiring pulihnya jaringan listrik di area bencana.

"Keseluruhan Sulteng yang tadinya hanya 12 persen yang menyala saat gempa, sekarang 60 persen aktif. Dengan PLN yang masuk ke Palu, kami harap BTS akan aktif," tutur Rudiantara di kantor Komunikasi dan Informatika, Jumat (5/10).

Rudiantara melaporkan setidaknya ada 3.500 BTS di seluruh Sulawesi Tengah. Ia merinci saat ini BTS di Palu aktif 30 persen, Sigi 24 persen, Donggala 37 persen.
"Saat gempa hanya beroperasi sekitar 9 persen dari total BTS sekarang 30 persen aktif di Palu. Sigi sekarang baru aktif 24 persen dari sembilan persen saat gempa. Donggala saat kejadian beroperasi 20 persen sekarang 37 persen," tutur Rudiantara.


Rudiantara mengatakan 90 persen BTS mati akibat tidak ada pasokan listrik. Sementara itu ada 10 persen yang tidak aktif karena rusak akibat gempa.

"10 BTS perlu recover yang lama, mungkin butuh dibangun ulang. BTS itu roboh atau miring lokasinya," kata Rudiantara.
Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika (Kominfo) Ismail, mengatakan saat ini empat operator sudah memperbaiki jaringan tulang punggung (backbone). Selain itu pasokan BBM untuk genset diprioritaskan guna menunjang jaringan telekomunikasi.

"Telkom, Telkomsel, XL, Indosat sudah normalisasi backbone. BBM juga diberikan prioritas untuk operator telekomunikasi. 5000 liter per hari," tutur Ismail.

Operator juga memberikan akses wifi gratis. Rudiantara mengatakan ada 34 titik wifi gratis di seluruh Sulawesi Tengah. Kominfo juga sudah mengerahkan 64 telepon satelit ke Sulawesi. Telepon satelit ini didistribusikan ke posko pengungsian dan tim satuan tugas penyisir korban bencana. (jnp/age)