BTS Palu-Donggala Sudah Beroperasi 49 Persen

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 21:55 WIB
BTS Palu-Donggala Sudah Beroperasi 49 Persen Warga berkomunikasi dengan sanak saudaranya yang menjadi korban gempa dan tsunami di Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkap 49 persen Base Transceiver Station (BTS) di Sulawesi Tengah sudah mulai beroperasi pasca gempa. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan seiring pulihnya listrik di Sulawesi Tengah, angka BTS yang aktif akan terus meningkat.

"Mati karena hilang pasokan listrik. Hari pertama gempa hanya 13 persen jaringan BTS nyala di Sulteng. Kemudian besoknya 12 persen, besoknya 11 persen. Kemudian meningkat lagi jadi 45 persen. Sampai hari ini jadi 49 persen," kata Rudiantara di Kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Kendati demikian Rudiantara mengatakan pendistribusian listrik tidak merata di Sulawesi Tengah sehingga beberapa daerah seperti Palu, Sigi, dan Donggala masih banyak BTS yang tidak aktif.
Rudiantara mengatakan di Sulteng ada sekitar 3.500 BTS dengan rincian Palu 1.119 BTS, Donggala 230 BTS dan Sigi 274 BTS.


"Kejadiannya, di Palu sampai terakhir hanya beroperasi sekitar 16 persen kemudian Donggala 25 persen mati, Sigi 24 persen jadi masih banyak yang mati," kata Rudiantara.

Rudiantara mengatakan penggunaan genset untuk BTS terus dilakukan karena pentingnya jaringan telekomunikasi di area bencana. Oleh karena itu, genset berperan penting agar BTS bisa beroperasi tanpa menunggu listrik pulih 100 persen.

Rudiantara menjelaskan saat ini BTS secara paralel dioperasikan menggunakan genset dan listrik.
Ia menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menjamin pasokan BBM agar BTS bisa beroperasi.
"Masyarakat tidak mungkin menunggu listrik. Jadi kami pakai genset itu juga tergantung solar. Pak Jonan akan support tentang penyediaan solar. Jadi stok sebanyak banyaknya," tutur Rudiantara.

Rudiantara berharap pada 5 Oktober mendatang seluruh jaringan listrik bisa membaik. Pasalnya pemerintah sudah mulai mengaktifkan gardu induk listrik.

"Perjalanan masih panjang. Pada umumnya kalo listrik udah masuk maka BTS bisa hidup mulai dua sampai empat jam. Kalau towernya roboh atau rusak itu lebih panjang lagi kaeena tower harus diganti," ujar Rudiantara. (jnp/age)