Jack Ma Bercerita Jatuh Bangun Kembangkan Bisnis Alibaba

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 20:22 WIB
Jack Ma Bercerita Jatuh Bangun Kembangkan Bisnis Alibaba Pendiri Alibaba Jack Ma. (Foto: REUTERS/Marcos Brindicci)
Nusa Dua, CNN Indonesia -- Pendiri Alibaba Grup Jack Ma bertutur kisahnya selama 19 tahun mengembangkan perusahaan yang kini menjadi e-commerce terbesar di Asia seperti saat ini. Saat berdiri pada 1999 lalu, usaha di bidang e-commerce belum memiliki pasar dan teknologi yang secanggih sekarang.

Bermula sebagai perusahaan kecil, Ma bekerja siang dan malam mengembangkan Alibaba Grup. Menurutnya, semua orang perlu percaya dengan masa depan yang lebih baik.

"Seorang pengusaha harus memiliki kepercayaan sehingga tidak memiliki ketakutan kalau Anda memiliki masalah," ucap Jack Ma di Bali, Jumat (12/10).


Tak hanya cukup dengan kepercayaan, seorang pengusaha juga perlu memiliki prinsip hidup yang kuat. Sebagai pemilik e-commerce, Ma sadar dirinya perlu menomorsatukan konsumen-- namun tak melupakan karyawannya.

"Jadi konsumen nomor satu, karyawan nomor dua, dan kepercayaan dari kedua-duanya adalah nomor tiga," jelas Ma.

Pemilik nama asli Ma Yun ini yakin saat memiliki 30 karyawan pertamanya bisa bekerja bersama-sama mengembangkan perusahaan. Namun, ia tak menyebut jika 30 orang tersebut sebagai yang terbaik.

"Memang tidak ada yang terbaik, tapi mereka berlatih untuk menjadi yang terbaik," imbuhnya.

Pria berusia 54 tahun ini mengaku optimis dalam menjalani hidup. Menurutnya, tidak ada orang yang ahli masa depan karena semua orang adalah ahli masa lalu. Dengan kata lain, ia menyebut tak ada satu pihak pun yang bisa meramalkan nasib seseorang.

"Saya tidak menjanjikan bahwa bergabung dengan kami akan kaya, ini bukan Jack Ma, Anda sendiri yang membuat peluang itu ada," ujarnya.

Tahun lalu saat berkunjung ke Afrika, ia menuturkan melihat potensi besar untuk mengembangkan bisnis di sana. Menurutnya, penduduk Afrika memiliki semangat tinggi dan tidak memiliki rasa takut.

"Nanti kami undang seribu (warga Afrika) dalam lima tahun ke depan datang ke Ghuangzho untuk pelatihan, kami akan ajak mereka ke pertanian China, lalu bagaimana kami membangun sistem pembayaran," jelasnya.

Dengan demikian, ribuan masyarakat Afrika akan melakukan pelatihan di markas besar Alibaba. Setelah itu, mereka bisa kembali ke Afrika dan membangun usaha digital seperti Alibaba.

"Mungkin nanti akan ada banyak Alipay dan Alibaba di Afrika," pungkas Ma. (aud/evn)