Peretas Akses 30 Juta Nomor Telepon & Surel Pengguna Facebook

CNN, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 09:49 WIB
Peretas Akses 30 Juta Nomor Telepon & Surel Pengguna Facebook Facebook melaporkan 30 juta data nomor telepon dan surel diretas. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 30 juta data pengguna Facebook yang meliputi nomor telepon, alamat surel diakses oleh peretas. Aksi peretas kali ini dilaporkan sebagai yang penyalahgunaan keamanan data terbesar yang pernah terjadi.

Tak hanya dua data tersebut, 14 juta diantaranya bahkan mengakses informasi mengenai alamat tempat tinggal, status hubungan, agama, hingga history pencarian pada perangkat mereka.

Vice president Facebook Guy Rosen mengatakan kasus tersebut saat ini tengah dalam tahap penyelidikan oleh FBI. Ia mengatakan FBI meminta perusahaan sementara untuk tidak menebak-nebak siapa dalang di balik serangan ini atau membagikan informasi rinci yang disebut bisa membahayakan proses penyelidikan.


CNN melaporkan peretas diketahui berhasil mengakses sejumlah informasi termasuk username, gender, bahasa yang digunakan, status hubungan, agama, kampung halaman, kota kelahiran, tanggal lahir, perangkat yang digunakan untuk mengakses Facebook, latar belakang pendidikan, pekerjaan, 10 tempat terakhir yang dikunjungi berdasarkan cek in, situs, orang atau laman yang diikuti, dan 15 pencarian terbaru dari 14 juta pengguna yang menjadi korban.

Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini menjanjikan akan mengirimkan pesan ke 30 juta pengguna yang terkena imbas peretasan dalam beberapa hari kedepan. Facebook juga menjanjikan akan mengunggah informasi di laman 'pusat bantuan' terkait kasus ini.

Kasus ini mencuat hanya dua pekan setelah Facebook mengumumkan bahwa ada akses ke 50 juta data penggunanya. Untuk pertama kalinya, perusahaan mengatakan peretas berupaya mengakses informasi pribadi lewat 'token digital' pada fitur 'view as'.

"Kami kini tahu bahwa hanya lebih sedikit orang yang terkena imbas dari jumlah yang kami duga sebelumnya. 30 juta pengguna diantaranya terkena imbas peretasan," ungkap Facebook.

Meskipun sudah buka suara terkait peretasan kali ini, besar kemungkinan masih banyak informasi detail yang belum diungkap oleh Facebook ke publik. Salah satunya adalah informasi terkait dalang di balik peretasan dan kemungkinan adanya target yang dibidik dari aksi kali ini.

Peretas diketahui memanfaatkan celah pada platform Facebook. Perusahaan mengatakan adanya celah keamanan sejak Juli 2017. Besar kemungkinan hingga bulan lalu celah tersebut tak kunjung diperbaiki, lantaran aksi serupa kerap berulang.
Sejauh ini, Facebook mengimbau penggunanya untuk keluar dan masuk ulang ke akun mereka sebagai upaya pencegahan.

Rangkaian kebocoran data pengguna Facebook belakangan terus mencuat usai terbongkarnya skandal penyalahgunaan data yang melibatkan Cambridge Analytica. Akibat serangkaian kasus kebocoran data, pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg beberapa kali harus menghadapi sidang dan tuntutan dari sejumlah negara mulai dari Uni Eropa, Amerika, hingga Australia. (evn)