Cara Tahu Apakah Akun Facebook Anda Jadi Korban Peretasan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 11:36 WIB
Cara Tahu Apakah Akun Facebook Anda Jadi Korban Peretasan Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook telah mengungkapkan 30 juta akun pengguna terekspos terkait informasi nama, kontak, alamat, tempat tinggal, status hubungan, agama, hingga history pencarian pada perangkat mereka. Facebook kemudian memberi sosialisasi agar para pengguna mengetahui apabila akun dan informasinya diretas.

Pengguna bisa mengunjungi Pusat Bantuan Facebook untuk mengetahui apakah akunnya terdampak. Pengguna menggulirkan ke laman 'pusat bantuan Facebook' di profil hingga menemukan kotak biru yang bertuliskan "apakah akun Facebook saya terdampak oleh masalah keamanan". Anda juga bisa mengeceknya lewat tautan https://www.facebook.com/help/securitynotice?ref=sec

Pengguna harus masuk terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi jika akun terkena dampak masalah keamanan ini. Ketika masuk ke situs Pusat Bantuan Facebook, pengguna akan menemukan apakah akun terdampak atau tidak. 


Dilaporkan CNN, apabila akun Anda diakses oleh peretas, Facebook meyakinkan pengguna tidak perlu melakukan apapun. Pasalnya peretas tidak mencuri kata sandi atau informasi kartu kredit atau kartu pembayaran. Oleh karena itu, pengguna tidak perlu mengubah kata sandi.

Peretas menggunakan token yang digunakan untuk mengakses ke dalam akun Facebook. Facebook telah melakukan reset token-token itu pada bulan lalu. Token ini berasal dari fitur 'view as'.

Dari 30 juta pengguna, 15 juta pengguna diakses oleh peretas terkait nama, alamat email, dan nomor telepon (tergantung apakah pengguna memasukkan nomor telepon atau tidak). 14 juta pengguna diekspos oleh peretas terkait info tadi dan dengan tambahan jenis kelamin, agama, lokasi, info perangkat sampai lokasi pengguna yang di tag dan jumlah page yang disukai. 

Vice President Facebook, Guy Rosen mengklaim aksi peretas ini idak berdampak terhadap media sosial milik Facebook yang lain seperti Messenger, Messenger Kids, Instagram, WhatsApp, Oculus, Workplace, Pages, juga sistem pembayaran serta aplikasi pihak ketiga.

Rosen mengatakan kasus tersebut saat ini tengah dalam tahap penyelidikan oleh FBI. Ia mengatakan FBI meminta Facebook untuk tidak berspekulasi siapa dalang di balik serangan ini atau membagikan informasi rinci yang disebut bisa membahayakan proses penyelidikan. (jnp/evn)