Prancis Kecam Penutupan Pabrik Ford di Bordeaux

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 17/10/2018 22:57 WIB
Prancis Kecam Penutupan Pabrik Ford di Bordeaux Logo Ford. (Foto: REUTERS/Carlos Jasso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Prancis mengecam perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Ford yang akan menutup fasilitas pabriknya di Bordeaux, Prancis yang dikabarkan memperkerjakan hingga 850 orang. Penutupan pabrik berlaku pada September 2019.

Rencana penutupan pabrik tersebut menimbulkan reaksi negatif para pejabat Prancis hingga karyawan pabrik yang akan pensiun dini.

Pertemuan antara perwakilan serikat pekerja dan sejumlah pejabat Prancis akhirnya digelar pada Senin (15/10), untuk mendengar keluhan para karyawan. Namun pertemuan ini berujung pada terbakarnya emosi Menteri Ekonomi Bruno Le Maire.


Ia terdengar sangat geram dengan Ford karena perusahaan asal negeri paman sam tersebut memilih menutup pabriknya daripada memenuhi kebutuhan pasar otomotif Prancis.

"Jika mereka berpikir mereka bisa menutup toko dan bahwa pemerintah lokal tidak akan bereaksi, maka mereka membuat kesalahan," kata Le Maire kepada wartawan dilansir AFP, Rabu (17/10). "Kami akan bertarung dan kami tidak akan dimanfaatkan."

"Ford tidak bisa menahan untuk tidak menutup pabrik, dan apa yang tidak dapat dipertahankan perlu dilawan," tambahnya.

Ford mengumumkan pada Februari 2018 bahwa mereka akan menghentikan aktivitas di pabrik Blanquefort, yang telah memproduksi girboks sejak 1972.

Belakangan dikabarkan bahwa di balik penutupan pabrik tersebut ada unsur politis. Beredar kabar bahwa pabrik ini sendiri telah menjadi perdebatan antara serikat dagang Prancis dan perusahaan multinasional Amerika yang sering digambarkan di Prancis sebagai kapitalis.

Kabar lainnya bahwa Ford akan menjual pabriknya ke pemasok transmisi Punch Powerglide yang bermarkas di kota Strasbourg, Prancis timur.

Wali Kota Bordeaux, Alain Juppe yang mencoba mengonfirmasi ke pihak Ford terkait informasi ini akhirnya mendapat jawaban.

"Saya berbicara dengan chairman Ford Jumat lalu melalui saluran telepon dan ia mengatakan kepada saya bahwa antara perpindahan kepemilikan pabrik ke Punch dan penutupan pabrik, Ford lebih suka menutup pabrik," jelas Le Maire.

"Saya benar-benar tidak setuju dengan pilihan ini," tambahnya. Ia berharap Ford bisa menyelamatkan pabrik dan para karyawannya. (mik)