Twitter Blokir Akun Bot Pro Arab Saudi untuk Kasus Khashoggi

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 08:45 WIB
Twitter Blokir Akun Bot Pro Arab Saudi untuk Kasus Khashoggi Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Twitter menangguhkan jaringan bot yang mencuitkan pro-Arab Saudi tentang kasus lenyapnya jurnalis The Washington Post, Jamal Khashoggi.

Dilansir dari NBC News, Twitter mulai menyadari beberapa dugaan bot ketika NBC mempresentasikan perusahaan dengan spreadsheet ratusan cuitan pemerintah pro-Saudi.

Daftar ini disusun oleh Josh Russell, seorang profesional teknologi informasi berbasis Indiana yang sebelumnya telah mengidentifikasi kampanye pengaruh asing di Twitter dan Reddit.


Sumber NBC News yang juga karyawan Twitter mengatakan perusahaan itu sadar akan operasi tersebut dan pengaruhnya. Karyawan itu mengatakan akun tersebut ditarik karena melanggar peraturan tentang spam, dan menyebutnya sebagai penghapusan operasi spam rutin.
Twitter sendiri sedang gencar menindak jaringan bot beberapa bulan terakhir ini. Rekan Senior Laboratorium Forensik Digital Atlantic Council Ben Nimmo melacak kesalahan informasi online. Dia mengatakan bahwa cara pengoperasian bot memungkinkan mereka untuk 'terbang di bawah radar'.

Dia menyoroti bagaimana kelompok di balik bot Twitter telah beradaptasi untuk menghindari larangan.

"Mereka memposting barang yang sama pada waktu yang sama berulang-ulang - itu botnet," kata Nimmo.

"Melihat akun ini, mereka semua memposting konten yang sama dalam urutan yang sama."

Tetapi bot tidak membanjiri Twitter secara terus-menerus, melainkan memilih kapan harus terlibat. Beberapa akun bot Twitter menggunakan tagar dalam bahasa Arab yang menjadi tren Twitter top dunia pada hari Minggu.

Tagar itu secara kasar diterjemahkan ke "#We_all_trust_Mohammad_Bin_Salman". Dia adalah Putra Mahkota dan pemimpin Arab Saudi, yang telah berada di bawah sorotan internasional setelah hilangnya Khashoggi, kolumnis untuk The Washington Post.


Arab Saudi telah banyak 'memeluk' media sosial. Sebuah penelitian Crowd Analyzer, perusahaan analisis media sosial yang berfokus pada Arab, menemukan bahwa ada 11 juta pengguna Twitter aktif di negara tersebut.

Akun-akun bot mendorong pesan-pesan selama akhir pekan yang meminta para pengguna untuk mengungkapkan keraguan tentang berita yang melaporkan bahwa Khashoggi terbunuh di konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober atas perintah pemerintah Saudi, seperti yang dituduhkan para pejabat Turki.

Pemerintah membantah mengetahui apa yang terjadi pada Khashoggi, wartawan yang kerap mengkritik Saudi. "Sejak awal, pernyataan palsu telah mencoba menghubungkan penghilangan atau pembunuhan #Jamal_Khashoggi ke kerajaan," salah satu cuitan dari akun yang dibekukan sementara berbunyi.

"Ini adalah kampanye yang mereka lakukan melawan kerajaan." (age)