Peneliti AS Bikin Alat Pemantau Ujaran Kebencian di Twitter

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 17/10/2018 06:01 WIB
Peneliti AS Bikin Alat Pemantau Ujaran Kebencian di Twitter Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti dari New America Foundation dan Anti-Defamation League meluncurkan alat untuk memonitor perilaku akun-akun dengan konten ujaran kebencian. Twitter dianggap merupakan lahan untuk menyebarkan ujaran-ujaran kebencian dan terus menerus Twitter berurusan dengan konten negatif ini.

Alat yang dinamakan Exploring Online Hate dashboard ini didedikasikan untuk melacak kelompok-kelompok yang mencuitkan ujaran kebencian di Twitter.

Alat ini menjadi tren dalam aktvitas kebencian melalui sampel 1000 akun Twitter yang diduga menunjukkan konten kebencian.


"Para peneliti memilih 40 akun yang menunjukkan perilaku konten negatif, kemudian secara algoritme menghasilkan data akun terkait yang lebih besar. Yakni 1000 akun," kata peneliti.

Dengan mengolah data dari Twitter, peneliti dapat menyampaikan informasi tentang topik yang sedang tren secara real time. Oleh karena itu, alat ini bisa mendeteksi konten-konten negatif dengan cepat.

Tampilan dashboard alat ini disebut mirip dengan Hamilton 68 yang merupakan alat untuk melacak operasi pengaruh Rusia secara online. Namun alat ini gagal untuk memberikan performa baik karena mempublikasikan informasi akun yang dimonitor.

Dengan mempublikasikan informasi tersebut, akun-akun yang dimonitor bisa mengubah perilaku sehingga sulit untuk dilacak oleh alat. Para peneliti akan mempublikasikan laporan per kuartal tentang hasil dari alat pemantau.

"Pendekatan kami dirancang untuk memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tema, misinformasi, dan disinformasi disebarluaskan oleh jaringan ini," kata peneliti seperti dilansir The Verge. (jnp/evn)