Suzuki Indonesia Mulai Ekspor Ertiga dan Nex II

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 13:01 WIB
Suzuki Indonesia Mulai Ekspor Ertiga dan Nex II Suzuki Indomobil Motor (SIM) meresmikan ekspor Ertiga dari pabrik di Cikarang, Jawa Barat, Senin (22/10). (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suzuki Indomobil Motor (SIM) meresmikan ekspor Ertiga baru dari pabrik di Cikarang, Jawa Barat, Senin (22/10). SIM memulai ekspor 12.000 unit Ertiga completely built up (CBU) dan completely knock down (CKD) produksi pabrik di Cikarang, Jawa Barat.

Dua bulan sejak dijual di dalam negeri, generasi kedua Ertiga produksi Indonesia sekarang bisa dinikmati konsumen luar negeri. Negara yang paling banyak menerima ekspor adalah Meksiko, diikuti Filipina. Selain itu juga ada 20 negara lain yang jadi sasaran pengapalan di benua Asia, Amerika, dan Oseania.

Ertiga pertama kali diproduksi di Indonesia di pabrik Suzuki di Tambun II sejak 2012. Ekspor perdana Ertiga dilakukan pada 2013.


Produksi Ertiga dilanjutkan di pabrik terbaru Suzuki di Cikarang yang berdiri pada 2015 dengan kapasitas 88 ribu unit per tahun. Selain produksi mobil pabrik Cikarang juga menghasilkan mesin 1.000 cc K10B dan 1.400 cc K15B serta transmisi MF60 dan MF70.

Sejak diekspor mulai 2013, sampai sekarang total angka ekspor Ertiga telah mencapai 42.158 unit yang dikirim ke 28 negara.
Ertiga pertama kali diproduksi di Indonesia di pabrik Suzuki di Tambun II sejak 2012. Ekspor perdana Ertiga dilakukan pada 2013.Ertiga pertama kali diproduksi di Indonesia di pabrik Suzuki di Tambun II sejak 2012. Ekspor perdana Ertiga dilakukan pada 2013. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Ekspor Skutik Nex II

Selain Ertiga, SIM juga mengumumkan ekspor skutik Nex II CBU ke Filipina. Saat ini ekspor Nex II sudah mencapai 4.456 unit sejak Agustus 2018.

SIM juga mengincar ekspor Nex II CKD ke Kamboja. Sampai Maret 2019, SIM menargetkan mengekspor total 18.660 unit ke Filipina dan Kamboja.

"Kami telah berdiri sejak 1970. Sejak saat itu kami telah mengembangkan bisnis selama 48 tahun," ujar Seiji Itayama, Presiden Direktur SIM, mengawali pidatonya saat peresmian ekspor Ertiga dan Nex II di pabrik Cikarang, Senin (22/10).

"Kami ingin memberikan kontribusi untuk Indonesia lebih maju, salah satu bentuk kongkretnya meningkatkan ekspor," ujar Itayama lagi.

Pada 2017, Itayama menjelaskan hasil ekspor suzuki CBU dan CKD mencapai Rp7,8 triliun. Pencapaian itu mewakili 33 persen omzet SIM pada 2017.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang hadir saat peresmian mengatakan ekspor Ertiga dan Nex II merupakan jawaban yang disampaikan Suzuki atas keinginan menambah investasi dan ekspor.

"Suzuki sudah menjalankan dan pemerintah mengapresiasi. Kami juga mengapresiasi rencana investasi yang akan berlanjut," ujar Airlangga dalam kata sambutannya.

Suzuki saat ini memiliki empat pabrik di Indonesia. Selain di Cikarang pabrik berada di Cakung (produksi mesin mobil dan motor serta transmisi mobil) serta di Tambun I (produksi motor) dan Tambun II (produksi mobil dan pikap).

Pabrik Suzuki di Indonesia merupakan yang terbesar ketiga setelah India dan Jepang. Airlangga berharap Indonesia bisa jadi pusat produksi Suzuki untuk disuplai ke mancanegara. (fea/mik)