Pasalnya, hampir satu tahun Facebook terus terjegal masalah keamanan data. Dengan mengakuisisi beberapa perusahaan keamanan, Facebook ingin menunjukkan kepeduliannya terhadap beberapa kebocoran data, termasuk kebocoran data 50 juta data pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya ada 29 juta pengguna yang data pribadinya diserang oleh peretas. Facebook juga menyimpulkan bahwa tindakan spam merupakan dalang di balik peretasan ini.
Vice President of Product Management Facebook Guy Rosen juga mengatakan perusahaan telah bekerja sama dengan FBI. FBI meminta Facebook untuk membahas dugaan dalang di balik atau target dari peretasan ini.
Aksi peretasan tersebut dimulai dari fitur 'view as', yang memungkinkan pengguna untuk melihat seperti apa profil mereka terlihat oleh orang lain. Peretas mengeksploitasi kode sehingga bisa mengakses token yang dapat digunakan untuk mengambil alih akun. (jnp/age)