Aplikasi Pihak Ketiga Cek Fakta Facebook Tidak Efektif

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 01:37 WIB
Aplikasi Pihak Ketiga Cek Fakta Facebook Tidak Efektif Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Charles Platiau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook terus berusaha memerangi kampanye berita palsu dan misinformasi dalam platformnya. Salah satunya adalah menggandeng pihak ketiga yang bertugas untuk meninjau konten yang beredar di Facebook.

Dilansir dari CNBC, ternyata terungkap tidak banyak konten yang mampu ditinjau oleh pihak ketiga. FactCheck.org salah satunya, Situs tersebut mengaku kepada The Wall Street Journal bahwa rata-rata dalam sehari pihaknya hanya meninjau kurang dari satu konten.

FactCheck menugaskan dua orang dari delapan orang untuk bekerja secara khusus untuk Facebook. FactCheck mengakui tidak banyak pekerjaan yang dilakukan. Perusahaan pihak ketiga lainnya juga melaporkan minimnya beban kerja yang serupa.
"Tidak ada 'peluru perak' (senjata yang bisa mematikan manusia serigala) untuk melawan misinformasi. Pengecekan fakta merupakan bagian yang penting dari usaha kita, tapi bukan berarti ini hanya satu-satunya strategi yang kami gunakan," kata juru bicara Facebook dalam pernyataan resmi.


Facebook juga menargetkan akun palsu dan perilaku yang terkait unggahan palsu hingga click bait. Facebook pertama kali mengumumkan kerja sama dengan pihak pengecekan fakta ketiga. Pada saat itu Facebook bekerja sama dengan FactCheck.org, Snopes, Politifact, dan ABC News. Facebook kini juga mengajak kerja sama Associated Press (AP) dan The Weekly Standard Fact Check.

Facebook berjanji akan mengerahkan 20 ribu karyawan yang akan bekerja untuk melakukan moderasi konten dan integritas pada akhir tahun.

"Bahkan ketika organisasi pemeriksa fakta benar-benar ada, tidak cukup untuk meninjau semua klaim palsu yang berpotensi secara online. Diperlukan waktu beberapa jam atau bahkan hari untuk meninjau satu klaim," ujar Manajer Produk NewFeed Facebook Tessa Lyons.
Perusahaan besutan Mark Zuckerberg telah meningkatkan upaya deteksi konten kampanye hitam dalam pemilihan presiden Amerika pada 2016 lalu dan menjelang pemilihan paruh waktu (midterm election) pada November mendatang.

CEO Mark Zuckerberg bersaksi di depan Kongres bahwa algoritme kecerdasan buatan (AI) Facebook semakin baik. Kendati demikan Zuckerberg menekankan di samping penggunaan AI, pengecekan fakta yang dilakukan manusia juga penting. (jnp/age)