Baru-baru ini Facebook menunjukkan 'war room' kepada para jurnalis. Ruangan ini merupakan representasi visual untuk menunjukkan komitmen Facebook dalam meningkatkan komunikasi dan keamanan menjelang pemilihan paruh waktu (Midterm Election) Amerika dan Pilpres Brasil.
Ruangan ini merupakan pusat kendali Facebook untuk mengidentifikasi penyebaran berita hoaks dan langsung mematikannya. Facebook mengungkapkan saat ini telah mengerahkan 20 ribu pegawai yang dikombinasi dengan teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Instagram Hapus Unggahan Jual Bayi Online |
Facebook menyebutkan tujuan perusahaan adalah agar pemilu sebagai pesta demokrasi bisa berjalan adil, ketakutan utama adalah upaya manipulasi pesta demokrasi. Menjelang pemungutan suara Brasil, perusahaan mengidentifikasi upaya untuk menekan manipulasi dan dapat menutupnya dengan cepat.
Kepala Keamanan Siber Facebook Nathaniel Gleicher mengingatkan Facebook melihat bertumbuhnya manipulasi debat publik menjelang pemilihan paruh waktu. Gleicher menduga ada campur tangan dari asing maupun domestik yang menggunakan akun palsu dan bertujuuan untuk menyebarkan berita palsu.
"Sebagian dari alasan kita memiliki 'war room' ini adalah agar ancaman ini berkembang, kita tidak hanya menanggapi mereka dengan cepat, tetapi kami terus mempercepat tanggapan kami, dan membuat tanggapan kami lebih efektif dan efisien," kata Gleicher. (jnp/evn)