Permintaan tersebut disampaikan lantaran pemerintah menganggap Facebook tak benar-benar serius mengatasi permasalahan keamanan data dan gagal menjalin komunikasi yang baik dengan penggunanya. Kesimpulan tersebut ditarik setelah Jepang bekerja sama dengan aparat keamanan Inggris dalam proses investigasi kasus kebocoran data.
Lihat juga:Mengenal Gurita Bisnis Facebook |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat skandal tersebut, Zuckerberg harus berhadapan dengan sejumlah pihak berwenang di sejumlah negara. Zuck diketahui dicecar sejumlah pertanyaan terkait privasi dan keamanan data pengguna.
Sejauh ini, Facebook menuding peretasan yang belakangan terjadi ada campur tangan penyebar spam. Hal itu lantaran pelaku disebut tak 'menyentuh' data sensitif terkait informasi pembayaran. (jef/evn)