Rekam Ilmiah Uji Irit Mobil Hibrid 3 Universitas

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 09:20 WIB
Rekam Ilmiah Uji Irit Mobil Hibrid 3 Universitas Toyota Prius. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga perguruan tinggi negeri telah menyelesaikan penelitian tahap pertama kendaraan listrik. Riset dilakukan masing-masing menggunakan tiga mobil milik Toyota, yaitu Corolla Altis, Prius Hybrid, dan Prius Plug-in Hybrid.

Ketiga perguruan tinggi itu, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gajah Mada (UGM) sudah merangkum hasil penelitian yang menjelaskan dampak pemakaian kendaraan berteknologi listrik pada kehidupan sehari-hari. Poin utamanya adalah penghematan.

Berikut hasilnya:


ITB menarik kesimpulan setelah menempuh perjalanan menggunakan tiga mobil tersebut di area Bandung dan sekitarnya dengan melalui berbagai kondisi jalan.

Dari hasil uji coba disebutkan ada perbedaan konsumsi bahan bakar, model plug-in hybrid menjadi yang paling irit. Pada mesin bensin konvensional Corolla hasilnya 10,8 - 10,9 km per liter, Prius Hybrid 21,9 - 22,5 km per liter, dan Prius Plug-in Hybrid 41,4 - 42,6 km per liter.

ITB juga membuat potensi penghematan biaya pembelian bahan bakar per tahun dengan asumsi total jumlah mobil kategori ramah lingkungan mencapai 400 ribu unit pada 2025.

Dengan penggunaan mobil hybrid penghematannya diperkirakan sekitar Rp2,71 triliun - Rp2,84 triliun. Sementara mobil plug-in hybrid dapat menghemat Rp3,97 triliun- Rp4,07 triliun. Penghitungan ini dilandasi pola mengemudi acak harian 12 ribu km per tahun.

Selain ITB, UI juga melaporkan hasil penelitiannya. Konsumsi bahan bakar Corolla dikatakan 5 - 15 km per liter, Prius Hybrid 15 - 25 km per liter, dan Prius Plug-in Hybrid 17 - 37 km per liter. Arena uji UI merupakan jalanan di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Sama seperti ITB, penelitian UI juga memakan waktu tiga bulan.

Sedangkan UGM, dalam presentasinya mencatat bahwa konsumsi bahan bakar Prius Plug-in Hybrid berkisar 54,42 - 68,11 km per liter, Prius Hybrid 21,48 - 22,99 km per liter, dan Corolla 10,43 - 10,51 km per liter.

UGM juga menjelaskan pemakaian mobil berteknologi plug-in dan hybrid untuk jarak tempuh 50 km bisa menghasilkan penurunan masing-masing 81,13 persen dan 52,91 persen relatif terhadap pemakaian mobil mesin konvensional.

Tanggapan Pemerintah

Menanggapi hasil yang didapat tiga universitas, Kementerian Perinduatrian (Kemenperin) menyimpulkan teknologi listrik pada kendaraan menunjukan penghematan bahan bakar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan pada mobil hybrid sanggup menghemat bahan bakar 50 persen dibanding mobil mesin konvensional. Sedangkan pada plug-in hybrid penghematan mencapai 75 - 80 persen.

"Artimya kalau B20 (Biosdiesel 20 persen) saja bisa menghemat sekitar 6 juta kilo liter maka dengan hybrid atau plug-in hybrid akan dua kali penghematannya," kata Airlangga di kantornya, Selasa (6/11).

Setelah riset konsumsi bahan bakar, selanjutnya akan dilakukan riset lanjutan oleh tiga universitas lainnya, yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Udayana, dan Institus Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Nantinya, data-data yang terkumpul akan dianalisa dan disimpulkan untuk menjadi referensi bagi Kemenperin. Riset tahap kedua dijadwalkan berakhir Januari tahun depan. (ryh/fea)