Twitter Kembali Gencarkan Bersih-bersih Akun Palsu

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 20:10 WIB
Twitter Kembali Gencarkan Bersih-bersih Akun Palsu Ilustrasi Twitter. (Foto: AFP PHOTO / DAMIEN MEYER)
Jakarta, CNN Indonesia -- Twitter kembali menghapus jutaan akun yang dianggap mencurigakan pada Jumat (9/11). Upaya tersebut dilakukan karena beberapa akun yang dianggap mencurigakan muncul kembali sejak pembersihan besarnya pada Juli lalu.

Dilansir dari Reuters, saat ini Twitter dikabarkan tengah mengalami tekanan dalam menekan jumlah pengguna palsu. Hal tersebut menyebabkan aliran dana dari investor dan pengiklan sedikit terhambat.

Selain itu, banyaknya pengguna palsu juga membuat perusahaan milik Jack Dorsey ini berada dalam pengawasan Kongres AS.


Twitter mengungkapkan pihaknya kembali melakukan aksi bersih-bersih ini tanpa mengumumkannya terlebih dahulu. Menurut perusahaan pengukuran sosial Social Blade, penyanyi asal Amerika Katy Perry turut terkena imbas sehingga harus kehilangan 861 ribu pengikutnya setelah aksi bersih-bersih Twitter kemarin.

Sebagai salah satu upaya untuk memastikan akurasi jumlah pengguna, Twitter tidak akan menghitung akun yang dikunci sebagai pengikut. Hal ini menyebabkan setidaknya tujuh selebritis harus kehilangan dua juta pengikut.

Twitter dikabarkan juga mengalami penurunan jumlah pengikuti, pada Juli lalu tercatat ada 7,8 juta pengikut. Jumlahya sempat naik kembali sebanyak 2,36 juta pada pertengahan Oktober.  

Tak hanya itu, Social Puncher juga mengatakan bahwa beberapa pengguna dikabarkan telah mengalami penurunan jumlah pengikut di awal Oktober, sebelum jumlahnya kembali normal beberapa hari kemudian.

Perusahaan menengarai akun yang dikunci dimiliki oleh penipu untuk menjual para pengikutnya. Sebagai gambaran, produser iklan Los Angeles MarQuis Trill mengaku telah membeli 300 ribu pengikut dengan harga US$4500 pada dua tahun lalu. Namun ia harus kehilangan hampir 2,2 juta pengikutnya pada Juli lalu, dan kembalo sekitar 30 persen saat pembersihan Jumat lalu.

Kasus akun palsu ini tidak hanya bertujuan untuk menjual jumlah pengikut kepada para pengguna Twitter. Baru-baru ini juga telah beredar kasus penipuan atau scamming yang berhasil meraup keuntungan hingga milyaran juta. (jef)