Grab Bantah Telah Blokir Sepihak Akun Mitra

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 15:15 WIB
Grab Bantah Telah Blokir Sepihak Akun Mitra Blokir dari pihak Grab Indonesia disebut jumlahnya mencapai 1 juta. (Foto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab Indonesia membantah pihaknya telah memblokir (suspend) sejumlah akun mitra secara sepihak tanpa adanya pemberitahuan.

Demikian keterangan Grab Indonesia merespons demonstrasi para mantan mitra pada Selasa (13/11) di kantor Grab Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Penjelasan kami berikan dari sisi mereka (pengemudi), dan bila bukti-bukti mendukung bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran, suspend dapat dibuka kembali," Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (14/11).


Menurut Tri, pihak Grab Indonesia tidak mungkin membuka blokir mantan mitra yang terbukti bermasalah. Pembukaan akun kembali yang diminta justru bisa menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat serta antara perusahaan dan mitra.

Tri menyatakan bahwa blokir akun berlaku untuk para pelanggar peraturan perusahaan.

"Suspend hanya akan dilakukan bila terjadi tindakan yang melanggar kode etik mitra pengemudi, misalnya mitra pengemudi menggunakan aplikasi GPS palsu, memiliki cancellation (batalkan pesanan) rate tinggi, atau mendapatkan keluhan serius dari penumpang," ucap Tri.


Selama ini Grab Indonesia diyakini Tri hanya melindungi mitra perusahaan yang telah tulus melayani masyarakat, bukan 'oknum' yang menyalahi aturan perusahaan Grab Indonesia.

"Prioritas Grab juga mendukung para mitra pengemudi yang bekerja secara jujur dan melindungi mata pencaharian dan sumber pendapatan mereka. Karenanya membuka suspend tanpa syarat seperti yang dituntut pengunjuk rasa tidak bisa dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, tuntutan Aliando mengenai keselamatan dan kesejahteraan para mitra pengemudi, Tri meyakini itu telah menjadi prioritas Grab. Bahkan, menurutnya hal tersebut sudah dijalankan oleh perusahaan.

"Tiap mitra pengemudi dan penumpang Grab mendapatkan perlindungan asuransi yang dimulai dari saat penjemputan sampai tiba di tujuan. Sehingga bila terjadi kecelakaan atau cedera karena perampokan, baik penumpang maupun mitra pengemudi tidak perlu menanggung biaya pengobatan. Klaim asuransi juga dapat dilakukan oleh ahli waris bila sampai terjadi kematian," ucap Tri.

Ia menambahkan berdasarkan komunikasi rutin dengan komunitas mitra pengemudi dan polling terhadap pengguna aplikasi, mayoritas mendukung upaya-upaya Grab untuk melindungi penghasilan para mitra yang bekerja jujur.

Sebelumnya, perwakilan aksi unjuk rasa driver online Reffy menilai blokir yang sudah dilakukan aplikator telah salah sasaran, sebab menurut Reffy banyak pengemudi yang bekerja sesuai aturan, namun menjadi korban blokir.


"Yang ingin kami buka bukan (suspend) karena berbenturan dengan hukum, seperti perampokan, pelecehan, atau pemerkosaan. Itu tidak mungkin karena masalah hukum. Nah kalau ini kami ingin buka karena ada kesalahan sistem (Grab dan Gojek). Contohnya ada driver rajin, murni tidak lakuin 'opik' (order fiktif), atau aplikasi tambahan," ucap Reffy.

Kesalahan sistem yang dimaksud, yaitu menerima pesanan palsu berkali-kali saat berada di suatu wilayah. Atas dasar tidak ingin terkecoh lagi, mitra akhirnya memutuskan menolak pesanan.

Contoh lainnya, mitra bisa terkena suspend karena menerima pesanan dari akun konsumen yang sama. Namun menurut mitra bahwa akun yang sama bisa jadi dari akun konsumen yang berbeda.

"Akun yang pesan sama, tapi kan bisa saja itu pengguna pesan buat keluarganya, misal hari ini pesan buat diri sendiri, tapi besok pagi pesan buat ibunya. Memang tidak boleh dalam waktu berdekatan pengemudi pesan pakai akun yang sama, tapi kan kami pengemudi juga tidak ngeh, itu satu akun atau tidak," kata Reffy.

Reffy pun mengklaim suspend sepihak dari pihak Grab Indonesia jumlahnya mencapai 1 juta. Ketimbang Gojek, Grab disebut paling banyak melakukan suspend pada mitra yang dicap 'nakal'. (ryh/mik)