De Guzman yang berusia 20 tahun adalah seorang mahasiswa teknik mesin di University of Santo Tomas. Meninggalnya de Guzman diungkapkan oleh Isabe Ocliasa dalam sebuah postingan di Facebook.
"Dia menunggu dan berjuang untuk hidup sampai akhirnya ibunya memberi tahunya bahwa ibunya telah rela ditinggal oleh de Guzman. Ibunya tidak ingin de Guzman kesakitan lagi. Sekarang dia (de Guzman) telah terbebas dari segala penyakitnya," kata Ocliasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
De Guzman memesan Grabcar pada 26 Okotber lalu. Malangnya, pengemudi tertidur ketika mengendarai mobil sehingga bertabrakan dengan mobil lain di Manila.
Grab Filipina dikecam keras karena tidak membiayai seluruh biaya pengobatan de Guzman. Biaya pengobatan dilaporkan senilai Rp690 juta.
Dalam sebuah pernyataan, Grab mengatakan kematian De Guzman adalah sebuah peringatan bagi semua pengendara untuk menyadari tanggung jawab yang sangat besar ketika menyetir.
"Prioritas kami adalah untuk bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membantu menjelaskan penyebab kecelakaan ini dan membawa keadilan yang cepat untuk lewat dini Marko de Guzman. Pihak-pihak yang terlibat langsung harus bertanggung jawab lebih besar," kata Grab, seperti dikutip Rappler. (jnp/eks)