Dirawat Satu Bulan, Korban Kecelakaan Grab di Filipina Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 30/11/2018 23:29 WIB
Dirawat Satu Bulan, Korban Kecelakaan Grab di Filipina Tewas Ilustrasi (Jan Vasek/Jeshoots)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang penumpang Grab di Filipina harus meninggal setelah satu bulan dirawat intensif akibat kecelakaan mobil. Penumpang yang bernama Marko de Guzman ini meninggal akibat cedera berat pada bagian otak.

De Guzman yang berusia 20 tahun adalah seorang mahasiswa teknik mesin di University of Santo Tomas. Meninggalnya de Guzman diungkapkan oleh Isabe Ocliasa dalam sebuah postingan di Facebook.

"Dia menunggu dan berjuang untuk hidup sampai akhirnya ibunya memberi tahunya bahwa ibunya telah rela ditinggal oleh de Guzman. Ibunya tidak ingin de Guzman kesakitan lagi. Sekarang dia (de Guzman) telah terbebas dari segala penyakitnya," kata Ocliasa.




De Guzman memesan Grabcar pada 26 Okotber lalu. Malangnya, pengemudi tertidur ketika mengendarai mobil sehingga bertabrakan dengan mobil lain di Manila.

Kecelakaan ini menyebabkan keretakan pada tengkorak de Guzman. Ia bahkan tidak dapat berbicara dan tidak mengenali anggota keluarganya.

Grab Filipina dikecam keras karena tidak membiayai seluruh biaya pengobatan de Guzman. Biaya pengobatan dilaporkan senilai Rp690 juta.

Grab mengklaim telah memberikan bantuan kepada pihak keluarga. Akan tetapi, Grab tidak menyebut jumlah bantuan kepada keluarga de Guzman. Keluarga De Guzman harus mengumpulkan dana untuk menutupi tagihan.

Dalam sebuah pernyataan, Grab mengatakan kematian De Guzman adalah sebuah peringatan bagi semua pengendara untuk menyadari tanggung jawab yang sangat besar ketika menyetir.

"Prioritas kami adalah untuk bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membantu menjelaskan penyebab kecelakaan ini dan membawa keadilan yang cepat untuk lewat dini Marko de Guzman. Pihak-pihak yang terlibat langsung harus bertanggung jawab lebih besar," kata Grab, seperti dikutip Rappler. (jnp/eks)