18 Bulan, Ekspansi Grab Telah Rambah 117 Kota di Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 21:15 WIB
18 Bulan, Ekspansi Grab Telah Rambah 117 Kota di Indonesia Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab mengatakan dalam waktu satu setengah tahun bisnis ride hailing telah tersedia di 139 kota di Indonesia. Direktur Eksekutif Grab Indonesia Ongki Kurniawan mengatakan ekspansi layanan Grab hingga saat ini telah merambah Sabang hingga Merauke.

"Dalam kurun satu setengah tahun, kami berkembang dari 12 kota menjadi 139 kota dari Sabang ke Merauke. Ini tak semudah mengaktifkan aplikasi saja di kota-kota ini, tetapi kita butuh kehadiran fisik, butuh persediaan," ujar Ongki dalam acara Microsoft Cloud Hybrid Summit di Hotel Sheraton, Jakarta, Selasa (27/11).

Dalam kurun waktu tersebut, per detiknya, Ongki menjelaskan telah melayani 65 perjalanan di Asia Tenggara. Khusus untuk bisnis di Indonesia, Grab menjadikan layanan roda dua sebagai ujung tombak bisnis.


Medan misalnya, menjadi lokasi Grab 'mengawinkan' layanan dengan budaya lokal. Ongki mencontohkan Medan lewat kemunculan Grabbetor (becak motor) sebagai salah satu daerah unik bagi bisnis Grab.

Berkat bisnisnya itu, Ongki mengklaim memiliki kekuatan dominan di ranah bisnis ride-hailing Indonesia dengan menguasai pangsa pasar sebesar 65 persen. Tak puas dengan capaian tersebut, perusahaan asal Singapura ini mengatakan akan terus memperkuat posisi di Indonesia.

"Grab sekarang jadi aplikasi ride-hailing yang lebih disukai di Indonesia. Kami memiliki hampir 65 persen pangsa pasar untuk transportasi dan kami terus memperkuat keberadaan kami di Indonesia," ujarnya.

Untuk mendukung posisi bisnisnya tersebut, baru-baru ini Grab mengantongi investasi sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp14,5 triliun dari Toyota. Microsoft juga diketahui sebagai salah satu investor Grab dengan nominal yang tak diungkap.

Ongki mengatakan Grab selalu memikirkan kebutuhan-kebutuhan lokal ketika mengekspansi suatu wilayah. Strategi ini membuat kehadiran Grab bisa dengan mudah diterima penduduk lokal.

"Bagaimana kami melakukan ini dalam jangka waktu yang pendek. Pertama kami akuisisi Uber yang sontak membuat kami kekuatan utama, kemudian kami juga memenuhi kebutuhan lokal yang unik," ucapnya. (jnp/evn)