China Luncurkan Roket ke Sisi Terjauh Bulan

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 12:05 WIB
China Luncurkan Roket ke Sisi Terjauh Bulan Roket long march 3B membawa probe Chang'e 4 ke bulan (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- China meluncurkan rover bernama Chang'e 4 Sabtu (8/12) pagi. Rover ini didesain untuk mendarat di sisi terjauh bulan.

Nama Chang'e 4 diambil dari nama dewi bulan dalam mitologi China. Chang'e 4 akan menjadi probe kedua China yang mendarat di bulan, mengikuti misi penjelajahan Yutu (Jade Rabbit) pada 2013.

Media pemerintah setempat mengungkapkan bahwa peluncuran ini akan meningkatkan ambisi Beijing untuk menjadi negara adidaya di luar angkasa.



Menurut Xinhua, dikutip dari AFP, roket Long March 3B yang membawa probe Chang'e 4 ini diluncurkan di bagian barat daya Xichang pada pukul 02.23 waktu setempat.

Peluncuran itu menandai dimulainya misi Chang'e 4 untuk perjalanan panjang ke sisi jauh bulan. Chang'e 4 sendiri diperkirakan akan mendarat sekitar perayaan Tahun Baru. Peluncuran ini bertujuan melakukan eksperimen dan survei medan yang belum terjamah.

Chang'e 4Foto: REUTERS/Stringer
Chang'e 4

"Chang'e-4 adalah penyelidikan pertama manusia untuk mendarat dan menjelajahi sisi jauh bulan," kata kepala komandan misi peluncuran Chang'e 4, He Rongwei dari China Aerospace Science and Technology Corp.

Tak seperti sisi dekat bulan yang selalu terlihat karena menghadap ke bumi dan punya bidang datar, sisi jauh bulan ternyata memiliki banyak sisi yang bergunung-gunung dan kasar.

Di tahun 1959, Uni Soviet menangkap gambar pertama sisi permukaan bulan yang penuh dengan kawah dan mengungkap misteri sisi gelap bulan.

Sampai saat ini belum ada pendaratan yang penah menyentuh permukaan di bagian tersebut. Hal ini memposisikan China sebagai negara pertama yang menjelajahi daerah tersebut.


"China selama 10-20 tahun terakhir telah secara sistematis menandai berbagai hal pertama yang dilakukan Amerika dan Uni Soviet pada 1960-an dan 1970-an dalam eksplorasi ruang angkasa," kata Jonathan McDowell, astronom di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

"Ini adalah pertama kalinya mereka melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya."

Namun ini bulan perkara mudah. China sudah mempersiapkan momen ini selama bertahun-tahun. Tantangan utamanya adalah komunikasi dengan robot pendarat karena sulitnya sinyal di area tersebut.

Beijing juga menyebarkan uang triliunan dalam program luar angkasa tersebut. Mereka berharap bisa memiliki stasiun luar angkasa yang diawaki pada 2022, dan akhinya bisa mengirim manusia ke bulan.

"Hal paling utama tentang misi ini bukanlah ilmu, ini adalah misi teknologi," kata McDowell.

Dalam misinya, Chang'e 4 membawa enam eksperimen dari China dan empat dari negara lain. Media lokal melaporkan bahwa eksperiman tersebut mencakup studi radio astronomi dengan frekuensi rendah, uji mineral, hingga uji penanaman kentang maupun biji-bijian lainnya.


(AFP/chs)