AS Diminta Larang Perusahaan Jaringan Asal China

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 14:37 WIB
AS Diminta Larang Perusahaan Jaringan Asal China Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Hannibal Hanschke)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah AS diminta melarang bisnis perusahaan jaringan asal China seperti Huawei dan ZTE. Larangan tersebut diungkapkan oleh Kepala CIA, FBI, NSA, direktur intelijen nasional, dan senator Marco Rubio sebagai respons atas penangkapan petinggi Huawei Meng Wazhou awal Desember silam di Kanada.

Usulan pelarangan ini akan disampaikan ke Komite Intelijen Senat AS sebagai rekomendasi bagi Gedung Putih untuk tidak menggunakan produk asal China telah mengancam keamanan.

Rubio membandingkan perlakuan perusahaan China dengan perusahaan AS, salah satunya Apple. Menurutnya, kita atau pihak manapun tidak bisa meminta Apple untuk membuka data--misalnya untuk investigasi teroris.


"Ketika China meminta perusahaan telekomunikasinya, 'Kami ingin mendapatkan semua data yang telah kau kumpulkan di semua negara perusahaanmu beroperasi', mereka akan melakukan itu. Tanpa perlu perintah pengadilan, tak perlu. Mereka akan melakukan itu, harus melakukan itu," jelas Rubio kepada CBS.

Seperti diketahui, petinggi sekaligus putri pendiri Huawei Meng Wazhou ditangkap saat tengah transit di Kanada atas tuduhan persekongkolan untuk menipu lembaga keuangan AS.

Pemerintah AS menyebut Huawei menggunakan anak perusahaan tidak resminya, Skycom untuk berbisnis di Iran untuk induk perusahaannya. Bisnis tersebut dianggap melanggar perjanjian antara Huawei dengan AS dan Eropa terhadap negara Timur Tengah.

Menurut CNN, jaksa Crown John Gibb-Carsley mengatakan Huawei telah mengoperasikan Skycom tanpa sepengetahuan lembaga keuangan AS. Meng dituduh menyembunyikan hubungan antara kedua perusahaan, meski sebenarnya karyawan Skycom bekerja untuk Huawei.

Lembaga keuangan AS menyebut transaksi bisnis yang dilakukan Skycom melanggar undang-undang dan mereka berencana menjatuhi denda. Hanya saja, Crown tidak menyebutkan nama-nama bank dan lembaga keuangan yang terlibat dalam lingkaran bisnis tersebut.

Terkait dengan penangkapan dan penahanan Wanzhou, pengacara David Martin mengatakan bukti yang ditampilkan jaksa tidak membuktikan bahwa kliennya melanggar hukum AS atau Kanada. Di sisi lain, jaksa juga menolak pengajuan uang jaminan karena menganggap sebagai miliuner ia bisa dengan mudah merogoh kocek berapa pun untuk melarikan diri. (kst/evn)