Alasan Kesehatan, Bos Huawei Minta Dilepaskan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 12:19 WIB
Alasan Kesehatan, Bos Huawei Minta Dilepaskan CFO Huawei Meng Wanzhou meminta pembebasan dirinya dengan jaminan. (Foto: Huawei/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- CFO Huawei Technologies Meng Wanzhou meminta dirinya dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu sidang ekstradisi dengan alasan kesehatan. Ia menuliskan permintaan tersebut dalam sebuah dokumen pada Minggu (9/12).

Ia mengatakan harus melakukan perawatan untuk hipertensi yang dideritanya selama menjalani penahanan pada Minggu (1/12) silam di Vancouver atas permintaan AS.

Hipertensi menjadi alasan baginya untuk meminta pembebasan dan penangguhan penahanan sambil menunggu sidang ekstradisi.


Mengutip Reuters, sebagai upaya meredam kekhawatiran ia akan melarikan diri, Wanzhou juga menegaskan bahwa ia memiliki properti berupa dua unit rumah di Vancouver, Kanada yang masing-masing bernilai jutaan dolar.

Dalam surat pernyataan yang di buat di bawah sumpah, putri pendiri Huawei ini juga menegaskan bahwa ia tidak bersalah. Ia menyatakan nantinya akan melawan segala tuduhan yang ditujukan padanya di pengadilan AS jika proses hukum terus bergulir.

Keluarganya juga berupaya meyakinkan pengadilan bahwa ia akan tetap berada di Vancouver jika diberikan jaminan. Untuk memperkuat jaminan, suami Wanzhou mengungkap rencana keluarganya membawa anak perempuan mereka ke Vancouver untuk bersekolah di sana selama proses persidangan.

Wanzhou dijadwalkan menjalani proses pengadilan untuk pemeriksaan jaminan pada hari ini (10/12) waktu Kanada.

Sebelumnya, wanita berusia 46 tahun itu diduga melakukan penipuan kepada sejumlah bank di AS melalui kontrol bisnis anak usaha Huawei yang beroperasi di Iran, Skycom. Karena kenyataannya Skycom adalah Huawei.

Para pejabat AS menuduh Huawei berusaha melibatkan bank untuk memindahkan uang dari Iran. Akibat penipuan ini, sejumlah bank berisiko melanggar dan mendapat sanksi berat dari pemerintah AS.

Sementara itu, penangkapan profil tinggi itu telah mengguncang pasar global karena para investor khawatir hal itu bisa melumpuhkan upaya untuk mencairkan ketegangan perang dagang antara Washington dan Beijing. (kst/evn)