Samsung Tutup Satu Pabrik Ponsel di China Pada Akhir 2018

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 10:25 WIB
Samsung Tutup Satu Pabrik Ponsel di China Pada Akhir 2018 Ilustrasi. (Foto: Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Samsung mengumumkan rencana menutup satu pabrik perakitan ponsel di Tianjin, China pada akhir tahun nanti. Penjualan yang terus merosot menjadi alasan di balik penutupan pabriknya.

Perusahaan asal Korea Selatan ini diketahui kalah saing saing dengan ponsel merek China yang dibanderol jauh lebih murah.

"Sebagai upaya meningkatkan efisiensi di fasilitas produksi, Samsung telah mengambil keputusan berat untuk menghentikan operasional pabrik di Tianjin," tulis Samsung dalam keterangan resmi.


Dilansir Reuters, Samsung memastikan akan memberikan kompensasi untuk 2.600 karyawannya di Tianjin. Tak hanya itu, perusahaan juga memberi tawaran bagi karyawan untuk tetap bekerja bagi Samsung di dua pabrik lainnya yang masih beroperasi di China.

"China merupakan pasar penting bagi Samsung dan kami akan secara aktif mendukung kebijakan ekonomi China dengan mendorong pertumbuhan di industri komponen," tulis Samsung.

Sementara itu, rival senegara LG ini memastikan pihaknya masih akan mengoperasikan pabrik di Huizhou dan Guangdong. Melemahnya bisnis di China membuat Samsung mengalihkan fokus produksinya ke Vietnam dan India.

Menurut catatan koran Electronic Times, pabrik samsung di Tianjin memproduksi 36 juta ponsel per tahunnya, sementara 72 ponsel diproduksi di pabrik di Huizhou. Sedangkan dua pabrik lainnya di Vietnam memproduksi 240 juta unit per tahun. (Reuters/evn)