Operator Mesti Bayar Triliunan Untuk Copot Perangkat Huawei

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 20:42 WIB
Operator Mesti Bayar Triliunan Untuk Copot Perangkat Huawei Ilustrasi (ANTARA FOTO/HO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa negara berencana untuk membersihkan perangkat jaringan telekomunikasi mereka dari perangkat asal China milik Huawei dan ZTE. Namun, rencana pencopotan itu ternyata mesti dibayar dengan biaya tak murah. Operator besar di Kanada disebut harus menanggung sekitar Rp14 triliun (US$1 miliar).

Angka tersebut dilaporkan berdasarkan hitung-hitungan para eksekutif di Telus dan BCE, dua perusahaan telekomunikasi Kanada.

Salah satu eksekutif Telus yang namanya tak ingin disebut memperkirakan larangan terhadap produk Huawei akan membuat perusahaannya menghabiskan US$500 juta - US$1 miliar. Sumber industri lain mengatakan kepada Globe bahwa keputusan itu akan menelan biaya ratusan juta dolar AS, seperti dilaporkan Globe and Mail via MobileSyrup.


Selain itu, orang dalam ketiga mengatakan perkiraan biaya total yang harus dirogoh BCE dan Telus akan melebihi US$ 1 miliar. Biaya-biaya ini harus dikeluarkan karena keharusan merobek dan mengganti puluhan ribu antena ketika perusahaan telko menghapus peralatan Huawei.

Dua perusahaan telko besar di Kanada BCE dan Telus memang menggunakan peralatan Huawei di jaringan seluler mereka sehingga mereka adalah pihak yang akan terkenda dampak paling besar. Namun, perusahaan telekomunikasi Kanada lainnya, Rogers, hanya memiliki beberapa peralatan Huawei karena bermitra kuat dengan Ericsson.

Perusahaan telekomunikasi asal Swedia itu merupakan pesaing utama Huawei di 5G. Jika larangan terhadap produk Huawei dicanangkan, BCE dan Telus kemungkinan harus beralih ke Ericsson juga.

Sementara itu, Telus telah menggelontorkan sekitar US$1 miliar untuk belanja modal dalam setahun. Mayoritas investasi itu digunakan untuk membangun infrastruktur jaringan.

Di sisi lain, Bell menginvestasikan sedikit lebih kecil yakni US$730 juta dalam dua tahun terakhir untuk belanja modal dalam bisnis nirkabel. Perusahaan juga menghabiskan sekitar US$ 3 miliar per tahun untuk sistem komunikasi menggunakan kabel dan kawat.

Analis Veritas Investment Research sektor telekomunikasi Desmond Lau mengatakan dia sepakat keharusan merobek dan mengganti infrastruktur Huawei akan cukup mahal.

"Tidaklah masuk akal jika berpikir bahwa merobek dan mengganti seluruh perangkat hanya akan menghabiskan kisaran US$1 miliar," katanya.

Saat ini, pemerintah federal Kanada sedang melakukan peninjauan keamanan nasional untuk menentukan apakah Kanada harus mengikuti Five Eyes untuk melarang produk-produk Huawei dari jaringan seluler 5G.

Sejauh ini, AS, Australia, dan Selandia Baru telah melarang semua produk Huawei. Sementara beberapa anggota parlemen federal mengatakan Kanada harus berhati-hati mengenai masalah ini.

Ada kekhawatiran AS mempengaruhi kebijakan luar negeri Kanada mengenai Huawei dan China. Menurut Ubergizmo, Kanada tak memiliki aturan hingga saat ini untuk melarang teknologi Huawei. (eks)