Minim Keamanan Buat Aplikasi Rentan Terkena Malware

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 12:50 WIB
Minim Keamanan Buat Aplikasi Rentan Terkena Malware Ilustrasi. (AFP PHOTO / DAMIEN MEYER)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak aplikasi maupun situs web terlalu sering melakukan pemeliharaan untuk menambal kekurangan dalam sistem. CEO Perusahaan Integrator Teknologi Informasi Dimension Data Hendra Lesmana fenomena tingginya intensitas penambalan sistem dikarenakan aplikasi atau situs web tidak memiliki fondasi keamanan yang kuat.
Ia mengatakan perusahaan acap kali ketika meluncurkan aplikasi atau situs web tidak melewati uji coba keamanan yang holistik.
"Dengan secure by design ketika buat aplikasi sudah tersemat sebagai dasar dalam aplikasi. Ketika buat aplikasi mereka tes cepat dan langsung luncurkan. Makanya Jadi banyak aplikasi yang setiap minggu diperbarui. Baru diulas dan nanti ada tambalan," ujar Hendra dalam diskusi "Tren Teknologi 2019" di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/12)
Aplikasi dan situs web yang tidak memiliki fondasi keamanan, rentan dengan serangan-serangan peretas yang mengincar data informasi pengguna.
"Banyak yang transformasi digital, tapi tidak melihat secara holistik desain keamanannya, jadi menimbulkan banyak lubang. Analogi lagi bangun rumah, kalau tidak secure by design, rumahnya akan compang camping. Ada bolong bolong rumahnya," kata Hendra.
Hendera mengatakan keamanan harus tersemat dalam fondasi dasar aplikasi dan situs web. Hendra mengatakan sistem keamanan harus memiliki potensi kemampuan atau skalabilitas untuk menghadapi ancaman-ancaman siber yang semakin berbahaya.
"Kalau saya lihat, harus ada keamanan service as embedded. Secure by design di aplikasi-aplikasi tidak hanya secure tapi juga membicarakan skalabilitas. Jadi dari awalnya kalau sudah salah, maka bisa salah seterusnya," ujar Hendra.
Hendra menyebutkan sangat besar potensinya suatu situs web atau aplikasi diserang peretas dan ditunggangi oleh malware-malware. Ia menegaskan semua aplikasi dan situs web, sesederhana apapun harus memiliki fondasi keamanan yang kuat.
Pasalnya informasi e-mail pengguna bisa diretas. Belum lagi mengingat e-mail pengguna ini tersambung ke berbagai aplikasi atau pun mobile banking.
"Sesederhana apa pun, di aplikasi dan situs web ada informasi pengguna. Paling rendah itu e-mail, e-mail itu bisa terkena retas juga," ujar Hendra.
Kendati demikian, pada tahun 2019 pihaknya memprediksi akan semakin banyak perusahaan yang akan membangun aplikasi dan situs dengan fondasi keamanan yang kuat.
Berdasarkan data yang didapat oleh Dimension Data, 90 persen Kepala Keamanan informasi berharap untuk meningkatkan keselarasan strategis antara keamanan organisasi mereka dan proses bisnis.



(jnp/age)