Nasa Voyager 2 NASA Capai Ruang Angkasa

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 07:03 WIB
Nasa Voyager 2 NASA Capai Ruang Angkasa Ilustrasi. (REUTERS/Shamil Zhumatov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wahana Voyager 2 NASA telah meninggalkan gelembung pelindung di sekitar Matahari dan terbang melalui ruang angkasa. Pencapaian ini menjadi objek buatan manusia kedua yang melakukan perjalanan terjauh.

Pengumuman itu datang enam tahun setelah pesawat ruang angkasa kembar, Voyager 1, memecahkan batas luar heliopause, di mana angin matahari yang panas memenuhi ruang yang dingin dan padat di antara bintang-bintang, yang dikenal sebagai medium antarbintang.

Voyager 2 sekarang lebih dari 11 miliar mil (18 miliar kilometer) dari Bumi, setelah melewati batas pada 5 November.


"Kali ini lebih baik bagi kami," kata Nicky Fox, Direktur Divisi Heliophysics di NASA. Mereka pun mencatat bahwa satu instrumen yang disebut Plasma Science Experiment (PLS), masih berfungsi pada Voyager 2.
"Voyager mengirim kembali informasi tentang tepi pengaruh Matahari dan memberi kita pandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang wilayah yang benar-benar belum dipetakan."

Instrumen yang sama pada Voyager 1 berhenti bekerja pada tahun 1980. Dua pesawat ruang angkasa, yang terlihat seperti kombinasi parabola dan televisi tua dengan antena telinga kelinci diluncurkan pada 1977 untuk misi menjelajahi planet-planet di tata surya.

"Batas tata surya dianggap berada di luar tepi luar Cloud Oort, kumpulan benda-benda kecil yang masih berada di bawah pengaruh gravitasi Matahari."

NASA mengatakan akan memakan waktu sekitar 300 tahun bagi Voyager 2 untuk mencapai tepi bagian dalam Cloud Oort, dan mungkin 30.000 tahun untuk terbang di atasnya.
"Kami menantikan apa yang akan kami dapat pelajari dari memiliki kedua probe di luar heliopause," kata Suzanne Dodd, manajer proyek Voyager di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

Voyager 2 secara resmi merupakan misi terlama NASA.

Kedua pesawat ruang angkasa itu dirancang untuk bertahan lima tahun dan mempelajari Jupiter dan Saturnus.

"Kedua pesawat luar angkasa itu sangat sehat, jika Anda menganggap mereka warga senior," kata Suzanne Dodd, Direktur Direktorat Jaringan Antarplanet.

Perhatian utama adalah kekuatan dan NASA harus terus mematikan instrumen untuk memiliki cadangan listrik.

Setiap pesawat ruang angkasa membawa rekaman, gambar, dan pesan Golden Record of Earth, yang bertujuan berfungsi sebagai bukti peradaban Bumi. (age/age)